logo

KH Said Aqil: Islam Dan Demokrasi Tak Bertentangan, Justru Saling Perkuat

KH Said Aqil: Islam Dan Demokrasi Tak Bertentangan, Justru Saling Perkuat

Foto: Istimewa
20 April 2019 11:37 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj mengatakan demokrasi tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah agama Islam. Bahkan, katanya, Islam dengan demokrasi justru saling memperkuat satu sama lain.

"Karena Islam tidak bertentangan dengan demokrasi, demokrasi tidak bertentangan dengan Islam bahkan saling memperkuat," kata KH Said Aqil di markas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Jumat (17/9/2019).

Said menjelaskan, dalam Islam dikenal istilah bermusyawarah. Bahkan, bermusyawarah dianjurkan dalam Islam untuk menyelesaikan berbagai masalah. Hal itu, lanjut dia justru menepis anggapan demokrasi bertentangan dengan Islam.

"Jangan sampai ada pemahaman yang sangat dangkal, pemahaman yang sangat tekstual bahwa demokrasi itu bertentangan dengan Islam karena tidak ada zaman nabi, zaman Khulafaur Rasyidin," ujar KH Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU ini.

Lebih lanjut, Said menjelaskan demokrasi sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Hanya saja, cara di zaman nabi berbeda dengan demokrasi di zaman sekarang.

"Tapi pada hakikatnya demokrasi disinggung dengan Al Quran dan dijalankan oleh Nabi Muhammad, para sahabat Khulafaur Rasyidin selalu bermusyawarah, selalu mengambil suara terbanyak dan itu sudah berjalan sejak 15 abad yang lalu," kata Said.

Lebih jauh secara khusus Said Aqil meminta kepada masyarakat Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa umat Islam dapat berdemokrasi dengan baik. 

"Terutama umat Islam agar mampu menunjukkan kepada dunia internasional, kami bisa berdemokrasi, kami sukses berdemokrasi," ungkap Said pula.

Minta Masyarakat Bersabar

Sebelumnya, sebagai Ketua Umum PBNU, Said mengimbau kepada para nahdliyin (warga NU) agar tak merayakan atau mengikuti syukuran kemenangan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

"Kalau (syukuran), kemenangannya belum. Jangan dululah, sampai KPU (Komisi Pemilihan Umum) mengumumkan (hasil resmi penghitungan suara real count Pemilu 2019)," katanya usai melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh di Surabaya, Jumat (19/4/2019).

Said menyarankan agar masyarakat dapat bersabar untuk menunggu hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara pemilu yang dilakukan oleh KPU sebagai satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan sesuai peraturan perundang-undangan. ***

Editor : Pudja Rukmana