logo

KPK Diminta Bongkar Dugaan Korupsi Anak Usaha KBN Rp 7,7 Miliar

KPK Diminta Bongkar Dugaan Korupsi Anak Usaha KBN Rp 7,7 Miliar

Ketu F MAKI Saefudin
16 April 2019 15:42 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera membongkar dugaan korupsi pada anak usaha PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Sebab, anak usaha KBN ini menjadi ladang sapi perah bagi oknum direksi KBN.

"Kami minta KPK untuk membongkar dugaan kasus korupsi di anak usaha KBN. Dari data yang kami terima, nilai korupsi yang diembat oknum direksi KBN ini mencapai 7,7 miliar," ujar Ketua Front Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (F-MAKI), Saefudin, di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Menurut Saefudin, dugaan penyelewengan uang rakyat itu dilakukan melalui 11 lembar cek Bank Mandiri KCN Jakarta KBM yang diterima oknum direksi KBN berinisial MST. Sebelas cek ini terdiri dari 7 cek senilai Rp4 miliar dan 4 lembar 3,7 miliar.

"Modusnya, dia melakukan pekerjaan fiktif di wilayah pelabuhan Marunda. Seperti pengerukan lumpur dermaga, pembayaran uang muka, pembayaran revitalisasi, dan lainnya," kata Saefudin.

Meski demikian, ungkapnya, oknum direksi KBN berinisial MST ini telah melakukan sebagian dana korupsinya ke anak usaha KBN itu senilai R6,5 miliar. Pengembalian itu dilakukan melalui PT Alva Valasindo sebesar Rp 2,7 miliar.

"Padahal, PT Alva Valasindo tidak ada hubungan kerja dengan anak usaha KBN ini. Namun, pembayaran itu diduga dilakukan oleh anak menantu MST. Selain itu, ada juga setoran tunai dengan keterangan penambahan modal melalui bank Mandiri yang diduga oleh pegawai KBN," tuturnya.

Menurut Saefudin, kasus ini juga sudah dilaporkan ke Bareskrim Polda Metro Jaya. Namun hingga saat ini tidak ada progres.

"Kami sangat kecewa dengan polisi yang mendiamkan laporan masyarakat," kata Saefudin.

Editor : Yon Parjiyono