logo

Penyidik KPK Periksa Kabiro Kepegawaian Kementerian Agama

Penyidik KPK Periksa Kabiro Kepegawaian Kementerian Agama

Jubir KPK Febri Diansyah
16 April 2019 11:16 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Penyidik KPK memanggil dan memeriksa Kepala Biro (Kabiro) Kepegawaian Kementerian Agama (Kemenag), Ahmadi, sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag  untuk perkara penyidikan tersangka eks Ketum PPP Romahurmuziy alias Romy.

"Saksi diperiksa untuk tersangka RMY (Romahurmuziy) alias Rommy," kata Jubir KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Dalam kasus ini, Rommy diduga menerima suap Rp 300 juta dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag

Haris dan Muafaq menyuap Rommy agar bisa duduk di jabatan yang tengah diembannya. Haris dan Muafaq pun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

Dalam proses penyidikan perkara ini, KPK pun telah menggeledah 5 lokasi yang berbeda, yakni sejumlah ruangan di Kementerian Agama, DPP PPP, rumah Rommy, Kanwil Kemenag Jawa Timur, dan Kantor Kemenag Gresik.

Saat penggeledahan di Kemenag, khususnya ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, KPK menyita Rp 180 Juta dan USD 30 ribu. Sedangkan di DPP PPP, KPK menggeledah ruang kerja Romy dan menyita sejumlah dokumen.

Penyidik KPK sebelumnya telah memeriksa dua  anggota tim panitia seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag sebagai saksi, Muhammad Amin dan Aulia Muttaqin. Juga untuk tersangka eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy. Tidak itu saja, penyidik KPK telah memeriksa pula sejumlah anggota pansel lain, termasuk dua kali memeriksa Sekjen Kemenag yang juga Ketua Pansel, Nur Kholis Setiawan.

Dalam proses penyidikan perkara ini, KPK telah menggeledah 5 lokasi yakni sejumlah ruangan di Kementerian Agama, DPP PPP, rumah Romy, Kanwil Kemenag Jawa Timur, dan Kanwil Kemenag Gresik. Saat penggeledahan di Kemenag, khususnya ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, KPK menyita Rp 180 juta dan 30 ribu dolar Amerika Serikat (AS).

Editor : Gungde Ariwangsa SH