logo

Hakim Ingatkan Saksi Kasus Pajak Jangan Main-main

Hakim Ingatkan Saksi Kasus Pajak Jangan Main-main

sidang kasus penggelapan pajak
16 April 2019 11:10 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur memperingatkan dengan keras para saksi terkait pengemplangan pajak.  Pasalnya, para saksi sebelumnya dinilai kurang serius dan tidak transparan dalam memberi keterangan.

Ketiga saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Wahyu SH itu masing-masing Isnita, M Sofian dan Wahyu Sidarta. “Jangan main-main dalam memberi keterangan, karena dalam hal ini menyangkut keuangan yang  mengakibatkan adanya kerugian negara berupa pajak cukup besar,” kata majelis hakim.

Melalui kesaksiannya, Isnita yang diketahui adalah mantan karyawan Alexis mengaku tidak tahu banyak soal penggelapan pajak tersebut.  Padahal, namanya tercatat sebagai tersangka dalam perkara ini. Dia berperan sebagai penghubung dengan terdakwa dan bertugas mencairkan dana, memberikan sejumlah bayaran serta mencarikan perusahaan untuk dibuatkan laporan pajak bulanan fiktif.

Selanjutnya saksi M Sofian yang juga mantan sekuriti Alexis. Suami Isnita tersebut juga turut andil dalam kasus ini. Sofian diketahui berperan sebagai pengantar surat serta membayarkan sejumlah uang kepada terdakwa.

Namun kepada majelis hakim, saksi Sofian mengaku tak tahu menahu perihal isi surat serta uang yang diantarkannya. Menurut kesaksiannya, ia kerap diberi upah antara 1-3 juta rupiah oleh terdakwa tiap kali ia mengantarkan surat.

Sementara itu, saksi Wahyu Sidarta ialah seorang konsultan pajak yang belakangan tertangkap tangan atau diketahui tak memiliki izin padahal telah melakukan pekerjaan tersebut selama beberapa tahun.

Editor : Silli Melanovi