logo

Masuk Ka’bah Tahun 1991, Prabowo Siap Resmikan Masjid Cahaya Negeri Kebangsaan

Masuk Ka’bah Tahun 1991, Prabowo Siap Resmikan Masjid  Cahaya Negeri Kebangsaan

15 April 2019 16:42 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kalau Joko Widodo alias Jokowi masuk Ka’bah saat masa tenang Pilpres 2019 maka Prabowo Subianto sudah melakukannya tahun 1991 jauh  sebelum dia mencalonkan diri sebagai Presiden. Karena sudah melakukan ibadah sakral itu maka kini Prabowo mengisi masa tenang diantaranya dengan siap meresmikan   Nurul Wathon yang artinya Cahaya Negeri Kebangsaan.

Kegiatan Prabowo yang jauh dari aroma pencitraan Pilpres 2019 itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Disebutkan, Prabowo  akan meresmikan sebuah masjid di Padepokan Garuda Yaksa, Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/4/2019), pukul 12.00 WIB.

"Masjid beliau namanya Nurul Wathon artinya cahaya negeri kebangsaan. Namanya didapat ketika kemarin ada pertemuan dengan Ustaz Adi Hidayat dan dijelaskan artinya," kata Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno itu.

Dikatakannya, acara peresmian masjid itu sekaligus bermunajat. "Besok kita resmikan dengan para ulama dan ubaid sekaligus bermunajat," ucap Wakil Ketua DPR ini.

Ketika disinggung tentang Jokowi masuk Kakbah saat menunaikan ibadah umrah, Fadli Zon menegaskan, Prabowo sudah masuk ke dalam Kakbah pada tahun 1991 silam.  "Kalau Pak Prabowo masuk Ka’bah tahun 1991. Prabowo naik haji tahun 91 dan sudah masuk Ka’bah," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Selain itu, menurut Wakil Ketua DPR tersebut, Prabowo saat itu tidak meminta kepada otoritas setempat untuk masuk ke dalam Kakbah. Prabowo hanya menunaikan ibadah haji lalu diberi kesempatan untuk masuk ke dalam Kakbah. "Dan masuk kakbah sudah lama dan tidak minta-minta," tuturnya.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi itu menduga bertemunya Jokowi dengan raja Salman dan permintaan masuk ke dalam dalam kakbah, untuk menaikkan elektabilitas Jelang pemilu, Rabu mendatang. "Mungkin maksudnya seperti itu, (naikkan elektabilitas)" ucapnya. ***