logo

Resolusi PKB Diterima CDI, Langkah Brilian Wujudkan Persaudaraan Kemanusiaan Dunia

Resolusi PKB Diterima CDI, Langkah Brilian Wujudkan Persaudaraan Kemanusiaan Dunia

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Sirodj, Khatib Aam PBNU Gus Yahya dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan kabar suka cita piagam kemanusiaan PKB diterima Centrist Democrat International (CDI)
12 April 2019 23:36 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diterima sebagai anggota penuh dari Centrist Democrat International (CDI) dalam Konferensi Komite Eksekutif yang digelar di Cape Verde beberapa waktu lalu, kini menyusul resolusi mengenai kemanusiaan yang diajukan partai yang dilahirkan oleh para Kyai NU ini pun diakui oleh Centrist Democrat International (CDI) pada awal April 2019 ini.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan kepercayaan negara-negara Eropa yang tergabung dalam CDI ini makin sempurna ketika usulan resolusi PKB dengan tajuk persaudaraan kemanusiaan sebagai landasan bagi lahirnya peradaban dunia juga diterima secara aklamasi.

CDI sendiri adalah koalisi internasional partai-partai di seluruh dunia dengan anggota lebih dari 151 partai dari 70 negara di penjuru Eropa, Afrika, Asia Tengah, dan Amerika Latin. Termasuk partai berkuasa di 13 negara Eropa seperti Jerman, Belgia, Hungaria dan negara lainnya.

"Peran CDI selama ini telah banyak membantu menangani berbagai permasalahan anggotanya. Keputusan yang melibatkan Centrist Democrat International telah menyatukan pandangan gagasan konsolidasi rekomendasi yang telah melahirkan berbagai komponen pemerintahan di Eropa, Afrika maupun Asia Tenggara. Salah satu anggotanya adalah negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Jerman, Angela Merkel ,"ujar Cak Imin, panggilan akrab Ketum PKB ini kepada pers bersama Ketua PBNU Kyai Said Aqil Sirodj dan Rais Aam PBNU Yahya Cholil Staquf yang jugo anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Kantor PB NU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019 ).

Lebih lanjut Imin menyampaikan kabar baik dari markas besar CDI bahwa usulan resolusi dari PKB dalam batang tubuhnya telah memuat hasil Musyawarah Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang telah berlangsung di Kota Banjar, Jawa Barat, pada 27 Februari hingga 1 Maret 2019 telah juga diakui dan diterima saat berlangsungnya digelar Konferensi Komite Eksekutif CDI, di Brussel, Belgia pada Rabu lalu (10/4/2019)

"Melalui Komite Eksekutif CDI di Brussel, Belgia, alhamdulillah memutuskan menerima secara aklamasi usulan resolusi dari PKB," kata Wakil Ketua MPR RI ini.

Dalam resolusi itu juga memuat dukungan terhadap piagam persaudaraan kemanusiaan yang ditandatangani bersama oleh Grand Syeikh Al Azhar Ahmad Ath-Thayyeb dan Paus Franciskus di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019 lalu.

Penghargaan tersebut termaktub isue kesetaraan hak dan makna bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan satu dengan lainnya.

"Semoga kita bisa mengawal ini sampai dilaksanakannya di Indonesia dan menjadi inspirasi di berbagai negara. Indonesia bisa menjadi contoh yang baik sekaligus menjadi awal untuk memberikan kontribusi bagi dunia. Dunia pun bisa memulai untuk meredakan ketegangan hubungan antaragama yang sangat kritis di berbagai belahan dunia," urai keponakan Guru Bangsa, Gus Dur ini.

Dengan demikian, tegas Imin, menjadi landasan dalam mengawal lahirnya suatu peradaban dunia yang didasarkan atas penghargaan terhadap kesetaraan atas hak dan martabat bagi seluruh umat manusia sebagai kewajiban setiap bangsa atas nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Sementara Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj mengatakan keberadaan DCI sebagai landasan lahirnya kesejahteraan hak dan martabat umat manusia serta menegakkan Islamiyah Wathoniyah. Organisasi internasional ini moderat, toleran dan anti radikalisme serta ekstrimisme. Jadi PKB yang dilahirkan oleh para Kyai NU sudah sangat pas dan tepat berada di CDI.

"Tipologi universalisme Islam masyarakat di nusantara ini yang anti kekerasan dan anti radikalisme serta penanaman nilai-nilai budaya telah diterima karena value yang sama oleh negara-negara di dunia," jelas Kyai Said.

Sedangkan Rais Am PBNU Yahya Cholil Staquf atau yang biasa disapa Gus Yahya mengatakan DCI mendukung prinsip-prinsip dan aspirasi-aspirasi yang diartikulasi di dalam Munas Alim Ulama NU.

"Dan itu menjadi berkah karena pemikiran intelektual alim ulama di NU menjadi rujukan bagi negara-negara di CDI saling belajar, memahami dan melaksanakan dengan semangat ukhuwah dan universalitas," jelas putra mendiang KH Cholil Bisri ini. 

Isi esolusi sebagai sikap Centrist Democrat International itu : Pertama, mendukung prinsip-prinsip dan aspirasi-aspirasi universal yang diartikulasikan di dalam hasil Munas Alim Ulama NU, Piagam Persaudaraan Kemanusiaan, dan Dokumen-Dokumen Deklarasi Internasional yang telah diterbitkan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kedua, CDI menghargai setinggi-tingginya langkah-langkah Vatikan, Al-Azhar dan Nahdlatul Ulama dalam menerbitkan dokumen-dokumen tersebut. Ketiga, mendesak partai-partai anggota CDI untuk mendorong agar dokumen-dokumen tersebut dipelajari dan disebarluaskan kepada pemerintah masing-masing, anggota-anggota partai CDI dan masyarakat pada umumnya. Keempat, meyakini bahwa studi dan diseminasi (penyebarluasan) dari dokumen-dokumen tersebut akan membantu menanggulangi kecurigaan etnik dan agama, diskriminasi, kebencian dan kekerasan. Dengan demikian, deklarasi ini menjadi landasan dalam mengawal lahirnya suatu peradaban dunia yang didasarkan atas Penghargaan Terhadap Kesetaraan Hak dan Martabat bagi seluruh umat Manusia***

Editor : Gungde Ariwangsa SH