logo

Rilis 'Kill This Love', BlackPink Hipnotis Kaum Muda Milenial Dunia

Rilis 'Kill This Love', BlackPink Hipnotis Kaum Muda Milenial Dunia

Foto: Istimewa
05 April 2019 21:45 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: BlackPink kembali menghipnotis kaum muda milenial dunia setelah merilis mini album baru mereka Kill This Love. Girlgroup K-Pop asal Korsel ini juga merilis video musik untuk lagu utama mereka, Kill This Love, sama dengan judul albumnya pada Jumat (5/4/2019) dini hari waktu Korea Selatan.

Yang mencengangkan, begitu dirilis, video musik atau music video (MV) Kill This Love berhasil meraih kurang lebih 20 juta viewers hanya dalam waktu 9 jam 38 menit setelah dirilis. Ini mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh MV 'Yes or Yes' milik Twice yang berhasil meraih 29 juta viewers dalsm kurun waktu 10 jam 27 nenit. 

Video musik Kill This Love pun tercatat sebagaai video musik K-Pop tercepat yang mampu membuat penasaran fans BlackPink untuk menyaksikannyaa. Hingga tengah hari, Music Video (MV) Kill This Love sudah meraih lebih dari 22 juta viewers dan sudah pasti akan terus bertambah. 

Tak hanya soal penampilan, tempo lagu Jennie dan kawan-kawan kali ini juga cukup berbeda dari lagu hits mereka, seperti Ddu-Du Dddu-Du ataupun Boombayah.

Dengan tempo lebih pelan, Kill This Love didominasi instrumen musik khas militer. Meski begitu, ciri khas musik BlackPink tohv masih terlihat kental dalam lagu ini.

BlackPink disebut-sebut kembali come back menyusul teaser klip video Kill This Love yang dirilis YG Entertainment, Rabu (3/4/2019). Cuplikan video musik ini menampilkan keempat personal Blackpink, Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa dengan dua kostum berkonsep kontras, serba glamor disusul busana monokrom 'siap tempur'.

Meski teaser itu hanya berlangsung 23 detik namun cukup membuat fans langsung menyerbunya. Dalam waktu 10 jam, cuplikan tersebut sudah ditonton 4,8 juta kali. Video tersebut juga masuk daftar trending YouTube di berbagai negara, mulai Rusia, Australia, hingga Indonesia.

Kill This Love merupakan bagian dari minialbum berjudul sama. Terdapat lima lagu - empat lagu baru dan satu lagu Ddu-Du Ddu-Du versi remix - yang seluruhnya diproduseri Teddy.

Rose, salah satu anggota BlackPink mengatakan, Kill This Love menampilkan perpaduan antara rap dan vokal yang lebih karismatis. Sementara garapan musik dan liriknya sengaja dibuat makin berkembang dan lebih emosional. 

"Di album ini, kami menampilkan spektrum musik kami yang luas dan kaya. Kami ingin menampilkan BlackPink yang lebih sempurna," ujarnya seperti dikutip Korea Herald.

"Datang dari latar belakang berbeda, kami diuntungkan oleh kemampuan memahami beragam bahasa. Ini sangat membantu kami saat berinteraksi dengan fans mancanegara," kata Lisa pula yang menguasai empat bahasa.

Prestasi Dunia

BlackPink diorbitkan oleh YG Entertainment. Girlband multikultur ini terdiri dari 4 wanita muda di kisaran usia 22-24 tahun. Mereka adalah Ji Soo, Jennie, Rose (Korea) dan Lisa (asal Thailand).

Lagu debut mereka "Boombayah" diluncurkan tahun 2016, bersamaan dengan "Whistle" yang langsung mencuri perhatian kaum muda Korsel. Tapi nama mereka mulai terangkat di pasar internasional begitu lagu "Ddu-du Ddu-du" rilis, tahun 2018 lalu. Dalam waktu 24 jam, video Ddu-du Ddu-du ditonton hingga 36 juta kali.

Jennie Cs juga mengukir prestasi lainnya, mereka kini adalah standar girlband K-pop yang musiknya bisa dinikmati luas di dunia. Bukan cuma di Korea, musik BlackPink yang kental nuansa 'girl power' menerabas daftar tangga lagu Billboard 200 dan Hot 100. 

Yang membanggakan para Blinks - sebutan fans Blackpink -, girlband ini terpilih oleh Forbes masuk dalam 30 under 30. Yakni, deretan milenial sukses di bawah umur 30 tahun. Mereka mewakili Korea dalam kategori Entertainment and Sports. 

Dalam laman Forbes, BlackPink dinilai layak masuk daftar tersebut karena punya karya mendunia. Para personelnya juga multikultural alias datang dari berbagai latar belakang budaya. 

Meski 3 dari 4 personel BlackPink berdarah Korea, mereka sendiri besar di negara yang berbeda-beda. Ji Soo dibesarkan di Korea, Jennie di Australia, Rose di Selandia Baru. Sementara Lisa adalah hasil rekrutmen khusus YG di Thailand. 

Lisa terpilih saat berusia 14 tahun, dan dilatih bertahun-tahun untuk menari, menyanyi, dan mempelajari beberapa bahasa sekaligus. Kini, Lisa setidaknya menguasai bahasa Thailand, Korea, Inggris, dan Jepang. 

"Sebagai grup dengan latar belakang multikultural, kami memiliki kelebihan untuk bisa berbahasa dengan bebas," ujar Lisa dalam sebuah wawancara tertulis kepada Forbes.

"Kelebihan ini sangat bisa kami gunakan untuk berkomunikasi dengan penggemar di luar, juga termasuk di Korea. Apalagi musik kami tampaknya dinikmati oleh siapa pun tidak memandang ras, gender, dan usia," katanya lagi, dikutip Selasa (2/4/2019).

Dikutip dari Forbes, BlackPink kini masuk Top 50 global artis Youtube dengan fans terbanyak di Asia Tenggara. Namun data Youtube juga menunjukkan ketertarikan tinggi dari Amerika Serikat, Brazil, dan Meksiko yang mendorong mereka menggelar konser ke 8 negara di luar Asia. 

Bulanv ini, BlackPink akan menggelar konser bertajuk "In Your Area" di Los Angeles, gerbang mereka untuk masuk pasar Amerika Utara dan Eropa. Mereka juga terpilih sebagai grup K-pop pertama yang tampil di Coachela, di sepanjang 20 tahun sejarah konser tersebut. 

"Konser di Amerika masih seperti mimpi bagi kami," ujar BlackPink, dikutip dari Forbes. "Tapi yang paling penting adalah agar lebih banyak orang bisa mendengar musik kami secara live, kami ingin menunjukkan kekuatan BlackPink dengan vokal dan pertunjukan kami."

Hebatnya lagi, BlackPink juga telah meneken kontrak dengan label internasional Interscope Records. Kerja sama tersebut bakal mempermulus karir kuartet asuhan YG Entertainment itu di Amerika Serikat dan dunia. ***

Editor : Pudja Rukmana