logo

Hadapi Fitnah, Jokowi Dan Prabowo Beda Gaya

Hadapi Fitnah, Jokowi Dan Prabowo Beda Gaya

26 Maret 2019 20:42 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Gungde Ariwangsa

Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Begitu pepatah mengatakan. Dalam masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, fitnah disinyalir berselierwan di mana-mana. Baik melalui media sosial, media informasi publik lainnya maupun diucapkan dari mulut ke mulut. Serangan fitnah bisa menimpa pasangan calon Presiden/Wakil Presiden (Paslon Capres/Cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin (Jokowi – Ma’ruf) dan duet nomor 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo – Sandi).

Siapakah yang tega-teganya menyebarkan fitnah itu sehingga memanaskan persaingan kedua kubu? Bila tidak disikapi secara bijak bisa memecah belah keutuhan persatuan bangsa. Ada yang menganalisa fitnah itu bisa disebarkan oleh pendukung salah satu kubu untuk menyerang kubu lainnya. Begitu juga sebaliknya. Namun juga ada yang bermain di air keruh.

Reaksi pun muncul dari kedua kubu Paslon Capres/Cawapres.  Bahkan langsung dari figur utama kedua kubu, Jokowi dan Prabowo. Ternyata kedua memiliki gaya yang berbeda dalam menghadapi serangan fitnah itu.

Jokowi sebagai Capres petahana meminta masyarakat untuk melawan setiap hoaks dan fitnah yang dialamatkan kepada dirinya. Fitnah dan hoaks yang dilempar oleh orang tak bertanggung jawab itu dianggap bertujuan untuk memecah belah NKRI. Jokowi mengaku geram dengan fitnah dan hoaks untuk dirinya, seperti fitnah dirinya adalah PKI, akan melegalkan pernikahan sejenis, hingga mengizinkan perzinahan.

Saat menghadiri acara 'Alumni Jogja Satukan Indonesia' di Stadion Kridosono, Kotabaru, Kota Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019, Jokowi mengungkapkan dia kerap menjadi sasaran fitnah. Fitnah yang ditujukan kepadanya ini telah bermunculan sejak menjadi Presiden 2014. Namun selama ini dia menanggapi hal itu dengan diam.

Namun mulai hari itu, Jokowi akan melawan semua fitnah, hoax dan kabar bohong. Dengan lantang dia mengatakan: "Tetapi hari ini saya sampaikan di Jogja saya akan lawan. Ingat sekali lagi. Akan saya lawan!”

Lain lagi tanggapan Capres nomor urut 02, Prabowo.  Dia mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan hasutan dan fitnah yang menyudutkan kubunya di Pilpres 2019. Prabowo meminta masyarakat untuk membalas fitnah dan hoaks dengan budi pekerti yang baik.

Menurut laporan cnnindonesia,  itu disampaikan Prabowo saat berorasi di kampanye terbuka di depan ribuan masyarakat Bali, Selasa (26/3). Prabowo mengingatkan tidak sepatutnya fitnah dan keburukan dibalas dengan hal serupa.

Prabowo mengingatkan, tidak apa-apa  disakiti. Semua bersikap ksatria, kuat, tegar, dan tabah. Fitnah diminta dibalas dengan kebaikan budi. Dicaci maki balas dengan senyum, kalau difitnah berjoget saja.

Kepada ribuan masyarakat Bali yang berkumpul di Lapangan Kapten Kompyang Sujana, Denpasar itu, Prabowo berharap warga Bali seperti Pandawa. Prabowo mengumpamakan Pandawa yang memiliki jiwa ksatria yang penuh dengan kesabaran.

Prabowo juga mengingatkan untuk tidak menyerang pribadi lawan politiknya. Secara tegas, Prabowo menegur para pendukungnya yang menjelek-jelekkan nama capres petahana Jokowi. Hal itu berawal saat Prabowo menjelaskan tentang keharusan seorang pemimpin tidak boleh berbohong. Massa yang hadir meneriakkan nama 'itu Jokowi'. Prabowo langsung menegur dan meminta agar pendukungnya bersikap santun.

Prabowo menegaskan sesama rakyat Indonesia harus saling menghormati, harus saling merangkul dan tidak membenci satu sama lain. Pendukungnya diminta berpolitik secara santun dan kampanye santun. Semua harus saling menghormati.

Dibutuhkan kedewasaan dan jiwa kestria dalam menghadapi fitnah. Jika sampai larut terbawa emosi maka sudah termakan oleh fitnah tersebut. Jangan lupa ada anggapan dalam masyarakat, yang dibantah itu benar adanya. ***

* Gungde Ariwangsa - wartawan suarakarya.id