logo

HakimTegur Keras Pembela Karena Tak Hadirkan Saksi Meringankan

HakimTegur Keras Pembela Karena Tak Hadirkan Saksi Meringankan

sidang kasus Ronald Jossias Ranti saat dengarkan keterangan saksi dari jaksa
20 Maret 2019 09:24 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pimpinan Ronald Salnofribya SH MH menegur keras terdakwa maupun tim penasihat hukum Ronald Jossias Ranti. Pasalnya, dua saksi a de charge atau meringankan dari terdakwa Ronald Jossias Ranti tidak dihadirkan ke persidangan PN Jakarta Utara, Selasa (19/3/2019).

“Majelis hakim jauh hari dan dalam persidangan sebelumnya sudah mengingatkan jaksa maupun pembela bahwa persidangan ini kita proses sesuai prosedur dan tanpa persidangan bertele-tele apalagi ditunda-tunda karena jaksa maupun pembela tidak bisa menghadirkan saksi-saksinya. Sekarang sidang harus ditunda karena pembela tidak menghadirkan saksi meringankan, ya mau tidak mau sidang berikutnya dijadwalkan Kamis (21/3/2019) dalam pekan ini,” ujar Ketua Majelis Hakim Ronald Salnofribya.

Menurut Ronald Salnofribya bukan pihaknya saja yang berkeinginan persidangan berlangsung sederhana, murah dan cepat atau sesuai jadwal. Tetapi juga jaksa, terdakwa dan pembela. Namun kenyataannya dia menilai tim pembela tidak merespon keinginan dan peringatan-peringatan yang hampir tiap sidang diutarakannya.

Saat giliran jaksa menghadirkan saksi a charge atau memberatkan pun telah diperingatkan penuntut umum untuk menghadirkan saksi-saksinya secepatnya dan yang penting-penting saja yang mendukung pembuktian. Peringatan itu dikemukakan lagi saat jaksa pengganti Emma menjalankan persidangan karena JPU Asti Ramayanti menjalani cuti melahirkan.

“Eh sekarang tim pembela tidak konsisten dengan kesepakatan kita, menuntaskan persidangan ini sebagaimana aturan. Oleh karena masa tahanan sudah mepet dan mau habis, maka dengan berat hati majelis hakim menggelar persidangan ini lebih padat lagi hingga bisa tuntas sesuai jadwal,” kata Ronald Salnofribya.

 “Majelis hakim tidak mau terjadi bebas demi hukum hanya karena persidangan ditunda-tunda akibat pembela tidak menghadirkan sanksinya. Kalau ternyata tidak hadir Kamis (21/3/2019 maka majelis hakim akan menganggap pembela sudah menghadirkannya,” ujar Ronald mengultimatum tim pembela terdakwa Ronal Jossias Ranti.

Dalam persidangan sebelumnya, saksi Meilania, accounting di kantor pusat PT Suntraco Intim Transport (SIT) di Surabaya, menyebutkan tahu berapa uang yang seharusnya masuk ke rekening perusahaan tempatnya bekerja sehubungan dengan kerja sama pengiriman barang milik PT Nusantara Sinergi Logistik (NSL). Namun uang yang disetorkan PT NSL itu tidak seluruhnya dimasukkan terdakwa Ronald Jossias Ranti, Kepala Cabang PT Suntraco Intim Transport (SIT) di Jakarta ke rekening perusahaan tempatnya bekerja. Melainkan dimasukkan ke rekening pribadinya. Akibatnya PT Suntraco menderita kerugian Rp 0,5 miliar lebih.

“Yang tidak dimasukkan ke rekening perusahaan sekitar Rp 600 juta lebih,” demikian saksi Meilania dalam keterangannya pada persidangan sebelumnya.

Terdakwa Ronald Jossias Ranti dimejahijauan dengan sangkaan telah melakukan penggelapan atas uang perusahaan yang berkantor pusat (PT Suntraco) di Surabaya. Selaku Kepala Cabang PT Suntraco di Jakarta yang bertanggung jawab penuh dalam kerja sama PT SIT Cabang Jakarta dengan PT NSL adalah Ronald Jossias Ranti. Namun sayangnya uang biaya pengiriman genzet dan barang lainnya dari Jakarta ke NTT dan Sulsel yang diterima dari PT SIT dimasukkan terdakwa ke rekening pribadinya dan digelapkan hingga merugikan PT Suntraco.

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto