logo

Bawaslu Kota Bekasi Kaji Kelalaian KPU Kawal Jutaan Surat Suara Pemilu

Bawaslu Kota Bekasi Kaji Kelalaian KPU Kawal Jutaan Surat Suara Pemilu

Jutaan surat suara dibawa Truk (Engkol) tanpa terpal menuju Kantor KPU Kota Bekasi, di Jalan Ir. Juanda, Bekasi Timur, Selasa (19/3/2019).
20 Maret 2019 07:21 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - BEKASI: Badan Pengawas Pemilu (Bawaalu) Kota Bekasi masih mengkaji kelalaian KPU setempat saat menerima pengiriman jutaan surat suara Pemilu 2019 melalui Truk tanpa penutup atau terpal. I

"Kamu masih mendalami dan kaji apa ada pelanggaran yang dilakukan KPU," kata Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Tommy Suswanto saat dihubungi suarakarya.id, Sealasa (19/3/2019).

Kendati demikian, Bawaslu meminta pengawasan atas kelalaian KPU masuk dalam formulir model A.

"Setiap aktifitas pengawasan masuk dalam pantauan Bawaslu," katanya.

Tommy menyampaikan, proses pencegahan dan pengawasan terhadap KPU sudah dijalani Bawaslu. Bahkan, dia mengaku, jika pengawasan yang dilakukannya sudah totalitas 100 persen.

Namun terkait kelayakan armada  pengangkutan logistik suara ke KPU Kota Bekasi, pihaknya masih mendalami lebih lanjut.

"Apakah armada pengangkut logistik itu memiliki standariaasi dari KPU RI," kata Tommy.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi Nurul Sumarheni mengakui  pihaknya llai dalam pengawalan surat suara pemilu 2019.

"Itu faktor kelalaian petugas. Seharusnya ditutup dengan terpal," kata Nurul kepada suarakarya.id melalui pesan WhatsApp, Selasa, (19/3/2019).

Kelalaian itu menyusul adanya kendaraan Truk (Engkol) yang membawa jutaan surat suara DPD RI dan DPRD Provinsi Jawa Barat tanpa tertutup dengan terpal dan pengawalan petugas.

Seperti dikutip Bekasisatu.com, ada sebuah Truk berplat nomor B 9282 YY pengangkut surat suara melaju di Jalan Ir. Juanda, menuju Kantor KPU Kota Bekasi. Namun parahnya, surat suara tersebut tampak tidak ada pengawalan dari pihak kepolisian.

"Biasanya, kami mengangkut surat suara ke Gudang Giant menggunakan 2 mobil box. Hari ini, karena kami harus mengosongkan ruang untuk surat suara yang akan datang kami mempercepat proses pengiriman dengan menambah Truk. Tapi rupanya, petugas lupa tidak menutup dengan terpal," kata Nurul. ***






 

Editor : Pudja Rukmana