logo

Mensos Salurkan Bansos Ke NTT Rp627 Miliar

 Mensos Salurkan Bansos Ke NTT Rp627 Miliar

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) berdialog dengan sejumlah ibu penerima bansos. (foto, ist)
19 Maret 2019 20:08 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SIKKA, NTT: Dalam rangka sosialisasi bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai total Rp 627 miliar. Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita tiba di Sikka, NTT.

"Saya ingin menyampaikan pesan Bapak Presiden bagi ibu-ibu penerima PKH, agar pemanfaatan bantuan PKH dan BPNT untuk pemenuhan gizi anggota keluarga. Untuk sekolah anak-anak, agar mereka sehat dan pintar. Karena anak-anak adalah masa depan dan generasi penerus bangsa," tutur Mensos, di hadapan para penerima bansos PKH dan BPNT tahap I, di Gedung Sikka Convention Center, Kompleks Kabupaten Sikka, Selasa (19/3/2019).

Dia juga menekankan dengan adanya bansos PKH, ibu-ibu juga harus terdorong untuk mandiri, keluar dari kemiskinan, dan mewujudkan kemandirian ekonomi. Sehingga, tidak bergantung pada bantuan.

"Gunakan uang bansos PKH dengan bijak dan rencanakan dengan baik. Setelah disisihkan untuk sekolah dan belanja pangan bergizi untuk anak-anak. Disisihkan juga untuk modal pengembangan usaha sesuai dengan keterampilan ibu-ibu," jelasnya.

Para ibu, lanjutnya, akan dibimbing Pendamping PKH. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk belajar cara mengelola uang bantuan secara bijak dan menggunakannya untuk keperluan produktif.

Kementerian Sosial (Kemensos) , tambahnya, juga menyalurkan bantuan sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk mempercepat kemandirian penerima manfaat. Dengan intervensi beberapa bantuan sosial sekaligus, diharapkan kurang dari lima tahun mereka dapat mandiri.

Mensos sempat berdialog dengan sejumlah ibu penerima bantuan. Dia menanyakan seputar penggunaan uang PKH. Selain berdialog, dia juga meninjau beragam produk usaha rumahan, yang dikelola ibu-ibu penerima PKH dan BPNT, serta memantau langsung proses pencairan bantuan oleh ibu-ibu melalui Agen Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank penyalur.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto