logo

Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Dari DPP Golkar

Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Dari DPP Golkar

Foto: screenshot Twitter.
19 Maret 2019 18:25 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: DPP Partai Golkar memberhentikan Erwin Aksa dari jabatannya sebagai Ketua Bidang Koperasi dan UKM di partai kuning berlambang pohon beringin itu. Keputusan itu menyusul sikap Erwin yang menegaskan mendukung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019. 

Pernyataan keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ini sekaligus menjawab tentang kehadirannya di acara Debat Capres pada 17 Maret 2019 di Hotel Sultan, Jakarta.

"Dalam merespon peristiwa serta dinamika yang berkembang dalam beberapa hari terakhir, maka perlu kami infokan bahwa DPP Partai Golkar telah mengambil keputusan memberhentikan saudara Erwin Aksa dari posisi di DPP Partai Golkar," ujar Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (19/3/2019).

"Keputusan pemberhentian saudara Erwin Aksa mulai berlaku sejak hari ini," ucap Ace pula.

Menurut Ace, keputusan tersebut diambil untuk menjaga marwah partai serta untuk melaksanakan secara konsisten amanat Munaslub Partai Golkar, 20 Desember 2017. "Salah satu amanat Munaslub ini adalah dukungan Partai Golkar kepada Presiden Joko Widodo dalam Pemilu Presiden 2019," ujarnya.

Sementara itu, sebagai gantinya, DPP Partai Golkar menunjuk Andi Rukman sebagai Ketua Bidang Koperasi dan UKM menggantikan Erwin. Andi Rukman sudah lama malang-melintang di Golkar dan merupakan calon anggota legislatif dari Dapil DKI Jakarta 3.

Meski begitu, DPP belum menentukan nasib Erwin sebagai kader Partai Golkar. Pemberhentian tersebut baru sebatas pada posisinya di kepengurusan Partai Golkar.

Dukungan Erwin Aksa kepada pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 tentu sangat mengejutkan berbagai pihak. Erwin Aksa merupakan anak dari Aksa Mahmud pengusaha asal Sulawesi Selatan, adik ipar Jusuf Kalla yang sudah mendeklarasikan diri untuk mendukung Jokowi.

"Terkait pilihan saya untuk calon presiden dan calon wakil presiden 2019-2024, perlu saya sampaikan bahwa memang betul saya mendukung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Pilihan saya ini saya sadari tidak sejalan dengan pilihan Partai Golkar di mana saya bernaung saat ini," ujar Erwin Aksa, dalam keterangan tertulis, Selasa (19/3/2019).

Menurut Erwin Aksa, pilihannya saat ini untuk mendukung Prabowo-sandi ini adalah pilihan pribadi dan dalam hal kampanye dan sosialisasi Capres-Cawapres selama ini tidak pernah mengatasnamakan dan menggunakan atribut Partai Golkar.

Erwin Aksa juga menegaskan, dinamika politik dan perbedaan pilihan ini merupakan hal yang wajar dalam alam demokrasi. Perbedaan ini harus disikapi secara bijak dan tidak perlu dipandang negatif. Bahkan masyarakat harus diberi pemahaman yang baik bahwa perbedaan bukanlah permusuhan. Perbedaan menjadikan bangsa Indonesia lebih kaya dan lebih dewasa.

"Saya dan Sandiaga Uno merupakan sahabat sejati, mantan Ketua Umum HIPMI dan aktif di Kadin. Kami punya ikatan emosional yang tidak bisa kami hilangkan dan kami lupakan. Saya menggantikan Sandi menjadi Ketua Umum HIPMI Munas di Bali dan Sandi-lah yang membantu saya sehingga saya bisa menjadi Ketua Umum HIPMI menggantikan Sandi," kata Erwin Aksa.

Erwin Aksa menuturkan, persahabatan lebih penting dari segalanya. Jangan sampai persahabatan terputus karena pilihan politik yang berbeda. Nilai-nilai persahabatan harus terus dipupuk karena nilai-nilai persahabatan adalah modal sosial yang sangat penting bagi pembangunan Indonesia.

"Saya sadar dan memahami konsekuensi dari partai, saat ini saya tidak sejalan dengan partai. Namun langkah saya ini bukan berarti tidak taat azas, tapi demi persahabatan saya dengan Sandiaga Uno. Akhirnya saya mohon maaf kepada seluruh kolega dan kader Partai Golkar di seluruh Indonesia, dan dengan ini saya menyatakan Non Aktif dari kepengurusan Partai Golkar sampai proses pencapresan selesai," ujarnya.

Tak Terpengaruh

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin meyakini dukungan itu tak akan berpengaruh terhadap elektoral paslonnya. 

"Dukungan Pak Erwin itu nggak pengaruh. Nggak ada pengaruhnya. Erwin itu seperti apa? Biasa aja tuh. Jadi tidak ada hal yang luar biasa, biasa-biasa aja. Kalau Pak JK jelas ada pengaruhnya, kalau Erwin kan pengusaha muda aja," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate kepada wartawan, Selasa (19/3/2019). 

Menurut Johnny, sosok Erwin bukanlah sosok penting seperti sang paman, yakni Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Seperti diketahui, Erwin merupakan keponakan dari JK. Karena itu, menurutnya dukungan Erwin tersebut tidak akan memengaruhi kesolidan koalisi Jokowi-Ma'ruf maupun dukungan Golkar.

"Pak JK kan Ketua Dewan Pengarah Pak Jokowi. Nah tentu kalau ukuran elektoralnya ya lebih jauh elektoral Pak JK lah dibanding Pak Erwin. Saya juga yakin tak akan mempengaruhi kesolidan Golkar untuk mendukung Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf lah," katanya. 

Johnny mengatakan pihaknya pun tak masalah keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu melabuhkan dukungan ke Prabowo-Sandiaga. Mengingat, hal yang serupa kerap terjadi di tubuh parpol-parpol koalisi Prabowo-Sandiaga. 

"Kami nggak ada masalah, dia sebagai pribadi nggak ada masalah. Kan banyak juga yang dari partai-partai yang tidak sejalan, Demokrat misalnya mendukung Pak Prabowo, tapi kader-kader di daerahnya mendukung Pak Jokowi. Demikian pula kalau ada kader Golkar, Pak Erwin mendukung Pak Prabowo," tutur Johnny. ***

Sumber: Liputan6, Tribun, Detik.com

Editor : Pudja Rukmana