logo

Gubernur Jatim Minta Bukalapak Tidak Maju dan Menjadi Sejahtera Sendirian Saja

  Gubernur Jatim Minta Bukalapak Tidak Maju dan Menjadi Sejahtera Sendirian Saja

CEO dan Founder Bukalapak, Achmad Zaky (kiri), bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan istri Wagub Jatim Arumi Bachsin, usai peresmian Kantor Research & Development Bukalapak
19 Maret 2019 16:51 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak Bukalapak untuk ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Jawa Timur. Perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia ini diminta untuk ikut mengintervensi kegiatan petik, olah, kemas dan jual, hasil pertanian masyarakat desa.

Gubernur Khofifah berharap, Bukalapak yang belakangan makin berkembang ini agar tidak berjuang  untuk maju sendirian atau menjadi sejahtera sendiri saja. "Memberi manfaaat lebih banyak untuk pihak lain itu, sebetulnya sangat luar biasa," ujarnya disela peresmian Kantor Research & Development di Surabaya, Selasa (19/3/2019).

Pihaknya berharap, Bukalapak ikut membantu menciptakan inovasi untuk produk yang marketnya sudah mencapai titik jenuh seperti sekarang. Karena selama ini, masyarakat berfikir bahwa marketnya sangat terbatas dan kesulitan untuk mengembangkan jaringan pasar.

Dia mengingatkan, upaya mensejahterakan masyarakat desa sudah dilakukan diantaranya tentang adanya dana desa yang mencapai Rp 6,4 triliun dana desa, belum lagi dana dari Kementerian Sosial dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes). "Kita sudah meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut pro aktif juga," ujarnya.

Pada bagian lain, CEO dan Founder Bukalapak, Achmad Zaky, mengakui Surabaya sebagai ibu kota Jatim memiliki potensi talenta yang sangat besar untuk menjadi Kota Pahlawan Digital. "Berdirinya Bukalapak Research & Development di Surabaya ini merupakan bagian dari komitmen Bukalapak untuk berperan aktif dalam menciptakan ekosistem riset melalui pengembangan potensi talenta TI Indonesia,"rnya.

Beragam bidang yang menjadi fokus kantor Research & Development Bukalapak di Surabaya, seperti produk, engineering, data, riset, IoT, dan Kecerdasan Buatan. Fasilitas itu diharapkan bisa ikut mendukung program e-government yang sedang digiatkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sebelumnya, Bukalapak sudah mendirikan kantor Research & Development di Bandung di akhir tahun lalu. Kantor serupa yang dioperasikan di Graha Pena Surabaya mulai hari ini tersebut, diharapkan bisa menjadi inspirasi dan katalis untuk merealisasikan potensi Surabaya sebagai Kota Pahlawan Digital.

Untuk memaksimlakan layanan ini, pihaknya merekrut talenta berkualitas 132.196 lulusan perguruan tinggi negeri dan swasta. Keberadaan mereka yang berasal dari 382 program studi teknik di seluruh perguruan tinggi swasta itu diharapkan bisa menjadi sarana bagi SDM Indonesia menelurkan inovasi–inovasi kelas dunia.***

Editor : Azhari Nasution