logo

Audensi Dengan Komisi E Batal, Forum Komunikasi Guru Bantu Minta Diangkat Jadi PNS

Audensi  Dengan Komisi E Batal,  Forum Komunikasi  Guru Bantu Minta Diangkat Jadi PNS

Tujuh guru bantu berfose dengan Hasan Basri Umar meski audensi dengan Komisi E batal, Selasa (19/3/2019).
19 Maret 2019 14:46 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Audensi Forum Komunikasi Guru Bantu DKI Jakarta dengan Komisi E DPRD DKI batal. Sebanyak 7 guru bantu mewakili 595 guru bantu di lima wilayah DKI hanya diterima anggota Komisi E ( bidang kesejahteraan) DPRD Hasan Basri Umar.

Politisi Partai Nasdem ini menjanjikan untuk mengatur jadwal ulang audensi antara Forum Komunikasi Guru Bantu dan Komisi E DPRD DKI. Menurut Hasan Basri Umar, anggaran pemberiaan honor bagi guru bantu sudah dimasukan dalam APBD DKI 2019.

"Angggaran untuk pemberian honor bagi para guru bantu sudah di acc oleh Gubernur DKi Anies Baswedan. Nilainya saya lupa. Tapi sudah nggak ada masalah. Tinggal menunggu payung hukumnya SK Gubernur. Karena memang seperti aturannya," kata Hasan Basri Umar

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Guru Bantu DKI Jakarta, Dani S,MPD mengatakan, ada dua tuntutan dari 595 guru bantu yakni, pertama,sesuai dengan UU tentang Guru dan Dosen, dan PP No 48 Tahun 2005, PP Perubahan No 43 Tahun 2007, PP Perubahan No 56 Tahun  2012 bahwa guru yang sudah lama mengabdikan diri, bisa diusulkan menjadi PNS.

Kedua, para guru bantu menuntut pemberian gaji sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) kepada Pemerintah Daerah sesuai ketentuan SK Menteri Pendidikan Nasional No 58 Tahun 2005. Di lima wilayah DKI Jakarta semula ada 3600 guru bantu. Sebagian besar sudah angkat menjadi PNS. Tinggal 595 yang belum diangkat menjadi PNS.

"Ironisnya, di daerah lain, sudah semua guru bantu diangkat menjadi PNS, hanya di DKI saja yang masih meninggalkan 595 guru bantu yang hingga saat ini belum jelas statusnya,"katanya.

Menurut Dani, 595 guru bantu itu umumnya mengajar di  TK, SD,SMP, SMA/SMK swasta.

Belum jelas kapan Forum Komunikasi Guru Bantu diterima audensi, mereka siap menunggu jadwal dari Komisi E DPRD.

Editor : Yon Parjiyono