logo

Garut Sambut Baik Penerapan Tourism 4.0 Secara Menyeluruh

Garut Sambut Baik Penerapan Tourism 4.0 Secara Menyeluruh

19 Maret 2019 11:28 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - GARUT: Kabupaten Garut memberikan respons positif penerapan konsep Tourism 4.0. Para stakehoder pariwisata di Swiss van Java pun siap mengaplikasikan formula tersebut. Kesiapan tersebut diperlihatkan setelah Garut mendapat Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pemasaran Pariwisata di Era 4.0, Minggu (17/3). Bimtek digelar di Hotel Fave, Jalan Cimanuk, Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti 100 peserta berlatar belakang Akademisi, Business, Community, Government, dan Media.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menilai Garut sangat luar biasa.
 
“Pariwisata Garut luar biasa. Stakeholder pariwisatanya sangat responsif kepada pembaruan. Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan. Dukungan infrasruktur di Garut sangat bagus. Mereka juga sangat antusias dengan Bimtek ini,” kata Ferdiansyah.
 
Dalam kegiatan itu, Ferdiansyah memberi materi ‘Mindset dan Motivasi Perspektif Berpikir Jauh ke Depan’. Pemateri lainnya adalah Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto. Materinya, ‘Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Indonesia untuk Memenangkan Persaingan di Era Tourism 4.0’.
 
Ada juga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut Budi Gan Gan Gumilar. Budi membawakan materi ‘Strategi Promosi Pariwisata Kabupaten Garut di Era Revolusi Industri 4.0’. 

Selain diskusi, Bimtek juga menampilkan pentas seni dan budaya Sanggar Sabilulungan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Sanggar ini adalah hasil binaan Ferdiansyah.
 
Sanggar ABK ini menampilkan 3 kesenian khas Sunda. Ada pencak silat dari anak-anak tuna rungu. Tari Jaipong Senggot yang dibawakan anak autis, lalu sajian Mini Orkestra Angklung oleh semua anggota sanggar. 

“Semua berperan dalam pariwisata Garut. Potensi yang ada ini akan dikolaborasikan dengan teknologi. Dengan begitu, pariwisata Garut akan terus berkembang,” tutur Ferdiansyah lagi.
 
Tourism 4.0 dipercaya memberikan impact positif besar. Konsep yang diadopsi berupa Smart Destination dengan teknologi teknologi digital. Penerapannya berupa big data, open data, mobile apps, free WiFi, geolocation systems, QR code, dan videomapping/holography techniques. Menariknya, destinasi yang mengekplorasi konsep ini akan tumbuh dengan cepat.
 
“Destinasi yang menerapkan perinsip Tourism 4.0 biasanya akan tumbuh cepat. Impactnya terhadap perekonomian tentu sangat bagus. Akselerasinya otomatis menjadi lebih cepat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya negara yang mengadopsi konsep ini,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.
 
Menurutnya, sudah banyak negara yang serius mengembangkan konsep Tourism 4.0. Seperti Spanyol yang sangat serius berinovasi. Mereka menempatkan teknologi 4.0 sebagai competitive  advantages. Sudah ada 11 kota yang menerapkan konsep ini untuk menunjang mobilitas wisatawan. Hasilnya, pariwisata memberikan GDP sebesar 15% dengan serapan tenaga kerja juga 15%.
 
“Sama seperti wilayah lainnya di Jawa Barat, pariwisata Garut sudah mulai bergeser ke 4.0. Hasilnya tentu bisa dilihat dalam beberapa waktu ke depan. Sebab, Tourism 4.0 saat ini sudah menjadi kebutuhan. Kalau ingin maju, maka konsep ini harus diadopsi secara menyeluruh,” jelas Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto.
 
Penerapan Tourism 4.0 selaras dengan market yang tersedia. Mengacu data BPS 2016, 50% inbound traveller berasal dari kaum milenial. Untuk Deloitte Consulting Southeast Asia 2019 memberi informasi aktivitas global tour dan booking 40% secara online. Penegasannya adalah 27% wisman mengandalkan smartphone dan 21% dari tablet.
 
“Bimtek telah menguatkan konsep pariwisata yang akan diterapkan Garut ke depannya. Saat ini semua telah memiliki kesamaan visi. Kami juga sudah bulat untuk menarik sebanyak mungkin wisman menuju Garut. Sebab, potensi besar dimiliki Garut. Atraksinya bagus, lalu infrastruktur pendungnya luar biasa,” tegas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut Budi Gan Gan Gumilar.
 
Garut memiliki destinasi Situ Bangendit, Situ Cangkuang, dan Pemandian Air Panas Darajat. Komposisi pantainya, Sayangheulang, Rancabuaya, dan Karang Paranje. Dengan beragam potensinya, Garut dikunjungi 676.841 wisatawan di 2016. Rinciannya, ada 4.983 wisman dan 671.858 wisnus.
 
“Langkah terbaik suidah dilakukan Garut. Untuk menerapkan Tourism 4.0 dimulai dengan soft aspect. Artinya, sumber daya manusianya dahulu yang dikuatkan. Untuk upgrade dari hard aspect-nya bisa dilakuka secara bertahap. Dengan sinergi antar sektor yang solid di Garut, format Tourism 4.0 bisa lebih cepat diwujudkan,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto