logo

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Diduga Terlibat Korupsi?

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Diduga Terlibat Korupsi?

Menag Lukman Hakim Saifuddin
18 Maret 2019 21:39 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: KPK masih terus mengintensifkan penanganan kasus dugaan suap dalam jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Pasalnya, ada kecurigaan terlibat pejabat di Kemenag (pusat).

Wakil Ketua KPK  Laode M Syarif juga tidak menututp kemungkinan itu. Dia pun mencurigai adanya internal Kemenag yang membantu Ketum PPP Romahurmuziy alias Romi melakukan praktik suap jual beli jabatan.  Selain pengisian jabatan di Kemenag sudah melalui sistem online, penyidik KPK juga menemukan dugaan jual beli jabatan tak hanya dilakukan Romi di Kanwil Kemenag Jawa Timur saja tetapi di Kanwil lainnya.

"Mungkin saja dibantu internal (pejabat)  Kemenag," kata Syarif di Jakarta, Senin (18/3/2019). Namun, Syarif belum mau  membeberkan lebih jauh terkait dugaan tersebut. Termasuk soal dugaan pihak yang ikut bermain adalah rekan Romi di partai berlambang Kabah, yakni Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin. "Itu bagian dari penyelidikan dan penyidikan, belum bisa kami jelaskan saat ini," ujarnya.

Dalam rangka pengembangan itu pula, penyidik KPK  menyita uang ratusan juta rupiah di ruang kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Uang tersebut dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan rupiah

"Kami temukan kemudian disita dari ruangan Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk Rupiah dan dolar dengan nilai seratusan juta rupiah," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta,  Senin (18/3).

Lembaga antirasuah akan mendalami penemuan uang tersebut. Namun Febri memastikan bahwa penggeledahan dilakukan lantaran diduga terdapat bukti-bukti lain yang menguatkan kasus suap jual beli jabatan di Kemenag yang menyeret nama mantan Ketum PPP Romahurmuziy. "Semua bukti yang disita, apakah dokumen ataupun uang atau barang bukti elektronik atau bukti-bukti apapun itu disita karena diduga terkait dengan penanganan perkara dan dibutuhkan untuk mendukung proses pembuktian," kata Febri.

Terkait jual beli jabatan di lingkungan Kemenag, KPK telah menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Romahurmuziy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS).

Editor : Gungde Ariwangsa SH