logo

595 Guru Honorer Tagih Janji Gubernur Anies

595 Guru Honorer Tagih Janji Gubernur Anies

Guru bantu dari berbagai daerah menggelar demo di Jakarta menuntut janji pemerintah yang akan mengamgkat menjadi PNS beberapa waktu lalu.
18 Maret 2019 09:12 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sebanyak 595 guru bantu/ honorer di lima wilayah DKi Jakarta nasibnya terkatung-katung. Bekerja penuh dedikasi namun tidak mendapatkan imbalan honor yang memadahi.

Bahkan di antara mereka hanya mendapatkan imbalan jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 3,940 juta. Padahal mereka sudah bekerja dan berjasa mendidik anak-anak bangsa.

"Masih ada 595 guru honorer di DKI yang tidak lagi mendapat honor yang layak. Sejak 2015 SK Menteri Pendidikan Nasional dicabut, sehingga mereka tak lagi mendapat honor dari pemerintah sebesar Rp1 juta per bulan," ujar Ketua Forum Komunikasi Guru Bantu/ Honorer DKI Jakarta, Dani MpD kepada Suarakarya.id, Senin (17/3/2019).

Hal itu ironis. Sebab, di daerah lain semua guru honorer sudah diangkat menjadi pegawai negeri. Hanya di Jakarta saja yang tidak tuntas diangkat.

"Berbagai upaya sudah dilakukan, dukunga dari DPRD DKI dan DPR RI sudah diminta, namun perjuangan teman-teman belum ada hasilnya. Kami menuntut janji Gubernur Anies yang pernah disampaikan saat kampanye Pilkada DKI 2017," kata Dani.

Mereka terus berupaya memperjuangkan nasibnya. Termasuk menuntut secara hukum agar pemerintah konsisten memperhatikan guru honorer.

" Ada orangtua murid yang berprofesi sebagai pengacara akan membantu kita untuk menuntut secara hukum tentang Pencabutan SK Menteri Pendidikan tentang Guru Bantu/Honorer ke PTUN," kata Dani menambahkan.

Editor : Yon Parjiyono