logo

Pengacara Adjie: Pembobol Bank BCA Bukan Keponakan Prabowo Melainkan Hanya Saudara

Pengacara Adjie:  Pembobol Bank BCA Bukan Keponakan Prabowo Melainkan Hanya Saudara

Meidy Juniarto, S. H., C. L. A.
17 Maret 2019 22:02 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pengacara Ramyadjie Priambodo alias Adjie, Meidy Juniarto, S. H., C. L. A. menegaskan, pembobol bank BCA itu bukan keponakan Prabowo Subianto. Melainkan, hanya saudara.

"Kami sangat menyesalkan atas pemberitaan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung terhadap klien saya (Ramyadjie Priambodo alias Adjie)," ujar Meidy, pada wartawan, di Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Menurut Meidy, kasus kriminal murni ini tampaknya dibawa-bawa ke ranah politis.

"Padahal, klien saya murni diduga melakukan tindak pidana pencurian lewat skimming kartu ATM BCA," ucapnya menambahkan. Dan, lanjut Meidy, menanggapi keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono, kliennya adalah saudara saja Hasyim Djoyohadikusumo.

"Bukan keponakan Hasyim Djoyohadikusuma. Kami akan pelajari berita-berita hoax dari beberapa link media online seperti rekat-indonesia.com. Bila terbukti melakukan fitnah-fitnah jahat terhadap klien saya, kami akan buat Laporan Polisi (LP-kan) segera. Ingat, untuk para pembuat fitnah, "Mulutmu adalah harimaumu," tutur Meidy.

Diketahui, media online rekat-indonesia.com telah memuat berita yang bersifat tendensius dan menyudutkan pasangan capres nomor 2, Prabowo Subianto. Berita tersebut berjudul "Terungkap": Keponakan Prabowo Diringkus Polda Metro Jaya Karena Membobol Bank BCA".

Di dalam berita tersebut, media online ini mengungkapkan, tersangka pembobolan mesin ATM dengan modus skimming menggunakan kartu ATM BCA yang ditangkap beberapa waktu lalu oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya yaitu Ramyadjie Priambodo alias Adjie adalah keponakan Hashim Djojohadikusumo yang juga merupakan keponakandari Prabowo Subianto, Capres 02.

Media online rekat-indonesia.com juga menuduh, uang hasil pembobolan bank tersebut mengalir ke kas Tidar (organisasi sayap partai Gerindra) yang diketuai oleh Aryo Djojohadikusumo. Mereka bahkan menduga, uang tersebut akan digunakan untuk kampanye Prabowo.

Tim jurnalis investigasi media online rekat-indonesia.com juga menuduh aliran dana dari Adjie mengalir untuk kepentingan tim IT Hashim dan juga sebagai dana operasional door to door kampanye tim paslon 02.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya sendiri membenarkan, polisi telah menangkap Ramyadjie atas kasus tersebut. Menurutnya, penangkapan itu dilakukan setelah penyidik menerima laporan tertanggal 11 Februari 2019.

"Tersangka (RP) ditangkap di bilangan Jalan Jend Sudirman, Jaksel pada tanggal 26 Februari 2019," ucap Argo saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (17/3/2019).

Namun, Argo mengaku tidak mengenal latar belakang Ramyadjie. Menurutnya, penangkapan tersebut berdasarkan laporan salah satu bank yang menjadi korban dalam kasus pencurian uang lewat modus skimming tersebut.

"Polisi memang menangani kasus dugaan pencurian dan atau mengakses sistem milik orang lain/salah satu bank swasta, sesuai dengan Laporan Polisi tanggal 11 Februari 2019," kata dia.

Dalam penangkapan ini, polisi turut menyita sejumlah bukti di antaranya yakni beberapa kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), laptop, masker dan peralatan skimming. "Kerugian 300 juta," ujar dia.

Kembali ke Meidy, dirinya mengatakan, keterangan kabid humas itu 99 persen benar. "Hanya, Adjie adalah bukan ponakan Prabowo. Melainkan "Saudara saja," kata Meidy menandaskan.

Editor : Yon Parjiyono