logo

Bendaharan Badan Pengelola Situs Pekabaran Injil Mansinam Belum Diperiksa

 Bendaharan Badan Pengelola Situs Pekabaran Injil Mansinam Belum Diperiksa

16 Maret 2019 10:18 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - MANOKWARI: Bendahara Badan Pengelola Situs Pekabaran Injil di Pulau Mansinam Manokwari, belum memberikan keterangan kepada penyidik terkait penggunan dana hibah senilai Rp9 miliar yang dikucurkan pemerintah Provinsi Papua Barat.

Terkait kasus dugaan korupsi ini, Polda Papua Barat sudah melayangkan surat panggilan pertama, namun yang bersangkutan tidak hadir. 

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat, Kombes Pol Budi Santosa di Manokwari, Sabtu  (16/3/2019) seperti  diwartakan  Antara, menyebutkan penyidik akan kembali melayangkan panggilan kedua kepada bendahara.

"Datang saja, kami ingin melakukan klarifikasi, memastikan seperti apa sebetulnya dana tersebut dikelola. Kalau merasa tidak bersalah kenapa ragu," kata Kapolda.

Terkait kasus ini, kata dia, Polda Papua Barat bekerja sama dengan Inspektorat provinsi. Sejauh ini penyidik sudah memperoleh keterangan dari 20 orang lebih, termasuk pihak swasta.

"Kami pun sudah menerima data dari APIP (aparat pengawasan internal pemerintah) Inspektorat Provinsi Papua Barat. Dari ini kami dapat mengembangkan dugaan unsur penyelewengan dana tersebut," ujarnya lagi.

Proses penyelidikan masih berlangsung dan untuk mengungkap fakta terkait dana hibah Pemprov Papua Barat tahun 2017 dan 2018 tersebut.

Inspektur Papua Barat, Sugiyono pada wawancara terpisah menjelaskan, pada tahun 2017 pemerintah daerah mengucurkan dana hibah untuk pemeliharaan situs Mansinam sebesar Rp.4 miliar. Pada 2018 untuk alokasi yang sama Pemprov kembali mengucurkan anggaran sebesar Rp.5 miliar.

Belakangan terungkap, masyarakat selaku karyawan pada Badan Pengelola Situs tersebut mengaku tidak memperoleh honor selama beberapa bulan pada tahun 2017 dan 2018. Disisi lain, kondisi situs di Pulau Mansinam kondisinya tidak terurus.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang menerima laporan dari masyarakat dan melihat langsung kondisi situs di pulau tersebut menginstruksikan agar dana hibah yang sudah dikucurkan diusut.

"Kami sudah mendapatkan keterangan dari bendara pengelola situs dan beberapa pihak lainya. Saat itu mereka bilang siap bertanggungjawab, dan bendahara juga menyampaikan bahwa masih ada orang yang juga harus bertanggungjawab," sebut Sugiyono. ***

Editor : Yon Parjiyono