logo

Cargill Alokasikan Bantuan USD 500.000 Untuk ProGAS

Cargill Alokasikan Bantuan USD 500.000 Untuk ProGAS

16 Maret 2019 08:27 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Cargill mengumumkan komitmennya untuk kembali mendukung peningkatan Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan bantuan senilai USD 500.000 dolar Amerika melalui World Food Programme (WFP) PBB.

"Kami sangat termotivasi dengan hasil yang menggembirakan dari implementasi ProGAS dengan WFP pada periode sebelumnya dan percaya bahwa dalam jangka panjang, ProGAS dapat terus berkontribusi secara positif untuk meningkatkan gizi, kesehatan, dan kapasitas anak-anak Indonesia," ujar Arief Susanto, Country Representative Cargill Indonesia, dalam siaran persnya, Jumat (15/3/2019).

Sejak peluncuran ProGAS pada 2016, Cargill bersama dengan WFP telah membantu lebih dari 100.000 siswa di seluruh Indonesia.

Makanan yang disediakan oleh ProGAS disiapkan oleh anggota masyarakat setempat menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari petani lokal, dan bertujuan untuk menyediakan setidaknya seperempat dari kebutuhan kalori harian anak.

Hasil positif yang ditunjukkan oleh siswa-siswa sekolah dasar dalam ProGAS periode 2017, di antaranya: Konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari meningkat dari 24,7 menjadi 47,7 persen; Rutinitas sarapan meningkat dari 59,2% menjadi 61,5%.

Pengetahuan mereka tentang gizi juga meningkat dari 50,6% menjadi 66,1%; Cuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta setelah menggunakan toilet meningkat dari 88,1% menjadi 91,7%; Minum air matang di sekolah meningkat dari 15,1% menjadi 35,4%.

"Hasil di atas juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengurangan frekuensi siswa bolos sekolah karena penyakit seperti demam, flu, dan diare," ujar Arief sambilenambahkan Cargill akan memperluas cakupan implementasi di beberapa lokasi tambahan sekitar area operasionalnya di seluruh Indonesia.

Akses memperoleh sarapan sehat dan bergizi sangat penting bagi kesehatan dan kapasitas kognitif siswa SD. Gizi buruk juga menjadi penyebab masalah kesehatan anak-anak seperti stunting yang mencapai 30,7 persen di Indonesia. Namun sayangnya, sarapan sehat setiap hari masih tergolong mewah bagi banyak anak Indonesia, khususnya yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.

Khamim, Direktur Pengembangan Sekolah Dasar Kemendikbud mendukung sepenuhnya inisiatif Cargill bersama WFP untuk memperluas program ke daerah dan sekolah lain.

Tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meningkatkan cakupan Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) di 39 kabupaten.

ProGAS, yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan didukung secara teknis oleh WFP, bertujuan untuk menciptakan program makanan sekolah rumahan untuk mengatasi masalah gizi dan kebersihan yang lazim ditemukan di kalangan siswa sekolah dasar dari keluarga kurang mampu.

Anthea Webb, World Food Programme Representative Indonesia, juga mengapresiasi dukungan Cargill yang akan memperluas cakupan ProGAS. "Dengan kerja sama ini, kami membantu siswa menjadi lebih sehat, lebih pintar, dan lebih kuat,” katanya.

Selain menyediakan sarapan yang seimbang dan bergizi untuk anak-anak SD, ProGAS juga menciptakan peluang bagi penduduk lokal untuk memperoleh pemasukan tambahan. Petani lokal memiliki kesempatan untuk menjual hasil pertanian mereka ke ProGAS dengan harga yang lebih baik.

Sementara itu, penduduk lokal dapat memperoleh penghasilan hingga Rp 2 juta/bulan dengan menjadi anggota tim memasak ProGAS, sekaligus mendapat tambahan pengetahuan terkait prinsip-prinsip penting tentang kesehatan, nutrisi, dan persiapan makanan secara higienis. ***