logo

Isu Kiamat Bikin Resah Warga Jawa Timur

 Isu Kiamat Bikin Resah Warga Jawa Timur

ilustrasi
15 Maret 2019 22:03 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Isu dunia akan kiamat dalam waktu dekat semakin meresahkan warga Jawa Timur. Bahkan belakangan, warga yang pilih menjual harta bendanya dan pindah ke sebuah pondok di Malang yang diisukan tak akan ikut terkena kiamat itu, semakin bertambah.

Menyusul 52 orang warga Kabupaten Ponorogo eksodus ke Ponpes Miftahul Falahil Mubtadi'in di Kasembon, Malang yang diisukan tak akan terkena imbas kiamat, kali ini giliran Warga Mojokerto. "Anak dan menantu saya yang tinggal di Dusun Mojogeneng, Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto menjual harta bendanya, lalu  pergi ke Malang bersama teman pengajiannya, setelah menjual semua harta bendanya," ujar warga Mojokerto, Ninik Suwarni (69).

Sebelum berangkat ke Malang, anak dan menantunya Khurotul Aini (23) dan Risky (25) itu menjual semua harta benda miliknya seperti sepeda motor, salon, kipas dan hingga membuka celengan Rp3 juta. Dirinya juga sempat ditawari ikut pindah ke ponpes di Malang itu untu menghindari kiamat.

Selain anak dan menantunya, di menyebut ada sekitar delapan orang dari sejumlah daerah di Mojokerto yang ikut meninggalkan kampung halaman. Mereka adalah teman-teman pengajian sang anak.

Sebelumnya, 52 warga di Desa Watubonang Kecamatan Badegan Ponorogo pergi keluar dari desa untuk mencari perlindungan ke ponpes yang sama. "Mereka mendapat pengaruh dari tetangganya bernama Katimun, warga RT 05 RW 01 Dukuh Rrajan, Desa Watubonang. Mereka diminta menjual aset-aset yang dimiliki untuk bekal akhirat," ujar Camat Badegan, Ringga Irawan.

Katimun sendiri baru pulang sejak dua bulan lalu setelah lama menimba ilmu di kota lain. Isu yang disebarkannya di kampung halamannya mengena. Warga menjual aset-aset yang dimiliki untuk bekal di akhirat atau dibawa dan disebarkan di pondok.

Selain warga Ponorogo dan Mojokerto, warga Desa Umbulsari Kecamatan Umbulsari, Jember yang mendadak pindah ke Ponpes di Malang tersebut. Sama seperti yang lain, warga ini juga menjual harta benda seperti sawah dan  bahkan bengkel.

Selain untuk bekal mondok di Ponpes tersebut, warga juga berkeyakinan, harta bendanya itu tidak dibutuhkan lagi karena sebentar lagi kiamat. "Ada satu KK yang menjual harta bendanya untuk berangkat mondok di Malang," ujar Kepala Desa Umbulsari, Fauzi.***

 

Editor : Azhari Nasution