logo

Romahurmuziy Terjaring OTT KPK, Mahfud MD: KPK Independen, 'Tak Pandang Bulu'

Romahurmuziy Terjaring OTT KPK, Mahfud MD: KPK Independen, 'Tak Pandang Bulu'

Mahfud MD dan Romahurmuziy. (Kolase Istimewa(
15 Maret 2019 19:42 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019) diduga karena  kasus suap. 

Ketua KPK Agus Raharjo membenarkan kalau ada OTT di Jawa Timur dan hingga siang tadi KPK masih memeriksa Romahurmuziy di Polda Jawa Timur. Agus mengatakan akan menentukan status pihak yang ditangkap dalam waktu 1x 24 jam sesuai KUHAP.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim," kata Agus kepada wartawan,  Jumat (15/3/2019).

KPK dikabarkan sengaja meminjam ruangan Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur untuk memeriksa Ketua Umum PPP Romahurmuziy.  Praktis hari ini Polda Jawa Timur dipenuhi wartawan yang  ingin mendapatkan informasi tentang Romahurmuziy yang ada di dalam kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.

Berita  penangkapan Romahurmuzy  bersama lima orang lainnya cepat menyebar di media online  dan mendapat perhatian dari para tokoh. Tak kurang dari pakar hukum tata negara sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ikut menanggapi.

Melalui akun Twitter miliknya, @mohmahfudmd, Mahfud MD mengisyaratkan memang telah 'meramalkan' penangkapan Romahurmuziy. 

"Ketum PPP Romahurmuziy Ditangkap KPK dan Langsung Menuju Jakarta - ASUMSI --> As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time.!" kata Mahfud melalui akun Twitter-nya.

Tampaknya Mahfud ingin mengulang  pernyataannya dalam tayangan  acara ILC di tvOne, 14 Agustus 2018. Saat itu Mahfud sempat  mengingatkan Rommy soal eks Ketum Golkar Setya Novanto yang akhirnya masuk bui.

"Saya bilang ke Presiden melalui Pak Pratik (Pratikno), apa betul Presiden melindungi Setya Novanto, dijawab 'nggak'. Ya tolong nyatakan bahwa Presiden netral dalam urusan hukum. Lalu saya buru Novanto, masuk bui saya bilang. Jadi jangan main-main, saya bilang," ujar Mahfud  waktu iyh kepada  Romi.

KPK Independen, 'Tak Pandang Bulu'

Terkait penangkapan Romi, Mahfud Md mengatakan KPK independen dalam menangani kasus,  dan tak bisa disuruh atau dihalangi.

"Sdh sy bilang, @KPK_RI itu independen, tak bisa dihalangi atau disuruh oleh siapa pun utk menangkap koruptor," kata Mahfud di akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Jumat (15/3/2019).

Menurut Mahfud, tidak ada partai yang diistimewakan atau dianaktirikan. Dari kubu mana pun, ada wakilnya di tahanan KPK.

"Dari kubu mana pun ada wakilnya di tahanan KPK. Tak ada partai yg dianakemaskan atau dianaktirikan. Anda yg cinta kebaikan utk masa depan negara layak mendukung @KPK_RI," ucapnya.

Berefek ke PPP

Sementara itu  Wakil Presiden Jusuf Kalla bersikap menunggu penjelasan KPK mengenai penangkapan Ketua PPP Romahurmuziy (Romi) . Yang jelas, JK meyakini  bahwa penangkapan itu dapat memengaruhi PPP. 

"Saya belum tahu, kita tunggu KPK. Biar jelas (proses) hukumnya. Kita tunggu penjelasan dari KPK," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019) seperti dikutip dari Detik.com.

Lebih jauh JK  menilai, selain berdampak pada PPP, OTT KPK  memiliki efek pada pihak lain yang bergabung dengan koalisi pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Tentu saja, efeknya akan pada PPP. Jika (ber)efek (pada) PPP, pada yang lain akan memiliki efek (pula)," ujarnya. 

Sosok  Santri Gaul

Romahurmuziy  yang  dilaporkan telah ditangkap oleh KPK di Kantor Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Surabaya, lahir di Sleman, 10 September 1974. Pria berumur 44 tahun ini menjabat  Ketua Umum DPP PPP periode 2014-2019. Dia terpilih pada Oktober 2014, menggantikan Suryadharma Ali dalam Muktamar VIII PPP tahun 2014 di Surabaya. 

Sebelumnya, dia menjabat Sekjen DPP PPP periode 2011-2015, yang terpilih dalam Muktamar VII PPP tahun 2011. Romi pun masih berstatus anggota DPR periode 2014-2019 dari PPP. Dia mewakili dapil Jawa Tengah VII dan kini dia duduk di Komisi XI DPR.

Romi  sejak 30 Mei 2011 duduk sebagai Ketua Komisi IV DPR mewakili Fraksi PPP yang membidangi masalah pertanian, perkebunan, kehutanan, pangan, kelautan, dan perikanan. 

Romi adalah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan spesialisasi ilmu ekonomi bidang engineering economics.

Romi dikenal sebagai santri gaul dan sering disebut 'Ketum Effect' oleh  para kader PPP.  Dia biasa tampil  kasual  dengan serban hijau melilit di leher sebagai ciri khasnya.

Romahurmuziy adalah cucu Menteri Agama ketujuh RI KH Muhammad Wahib Wahab. Dia juga merupakan anak KH Prof Dr M Tolchah Mansoer, SH, yang merupakan pendiri Ikatan Pelajar NU (IPNU), anggota DPR-GR mewakili Partai NU DIY zaman Orde Lama, dan Rois Syuriah PBNU 1984-1986. ***

Editor : Pudja Rukmana