logo

Menperin Bidik Ekspor Alas Kaki Tahun 2019 Tembus USD 6,5 Miliar

Menperin Bidik Ekspor Alas Kaki Tahun 2019 Tembus USD 6,5 Miliar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro berfoto bersama dengan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (kedua kanan), Presiden Direktur Nike Indonesia Joe Warren (kiri), CEO PT. KMK Global Sports, C.K Song (kedua kiri), serta Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) Eddy Widjanarko (kanan) pada kunjungan kerja di PT KMK Global Sports di Cikupa, Tengerang, Banten, Jumat (15/3/2019).
15 Maret 2019 18:26 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Industri alas kaki sedang diprioritaskan pengembangannya karena sebagai sektor padat karya berorientasi ekspor. Bersama industri tekstil dan pakaian, industri alas kaki pun dipersiapkan untuk memasuki era industri 4.0 agar lebih berdaya saing global dan ekspornya naik.

"PT KMK menjadi salah satu model yang menerapkan future of production,” ujar Menperin Airlangga Hartarto pada kunjungan kerja di PT KMK Global Sports di Cikupa, Tengerang, Banten, Jumat (15/3/2019). 

Airlangga optimistis akan terjadi peningkatan ekspor produk alas kaki nasional sampai USD6,5 miliar pada tahun 2019 dan menjadi USD10 miliar dalam empat tahun ke depan. 

"Apalagi, Indonesia sudah tandatangan CEPA dengan Australia dan European Free Trade Association (EFTA). Ini menjadi potensi untuk memperluas pasar ekspor bagi produk manufaktur kita,” imbuhnya.

Airlangga menegaskan, pemerintah terus berupaya melakukan kebijakan strategis untuk mendorong industri alas kaki di Indonesia agar semakin meningkatkan kapasitas produksinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus menjadi substitusi impor atau mengisi pasar ekspor.

Guna lebih menggenjot daya saing industri alas kaki nasional, pemerintah siap memberikan berbagai kemudahan, antara lain kemudahan akses terhadap bahan baku, peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri, serta implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dalam menyongsong revolusi industri 4.0.

Agar industri mau aktif melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk inovasi serta terlibat dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi, pemerintah akan memfasilitasi melalui pemberian insentif fiskal berupa super deductible tax.

CEO PT. KMK Global Sports, C.K Song menyampaikan, hingga saat ini perusahaan tersebut telah menyerap tenaga kerja 15.655 orang. Perusahaan yang memiliki 30 lini produksi ini mampu menghasilkan hingga 1,2 juta pasang sepatu olahraga merek Nike dan 300 ribu pasang sepatu Converse setiap bulannya. Seluruh produk diekspor ke berbagai negara. 

Sementara itu, Presiden Direktur Nike Indonesia Joe Warren menyatakan, pihaknya ingin terus memacu kapasitas perusahaan alas kaki di Indonesia guna memenuhi pasar ekspor yang terus meningkat.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) Eddy Widjanarko meyakini, industri alas kaki di Indonesia akan semakin tumbuh dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan penerapan industri 4.0.

“Industri sepatu sangat cocok dikembangkan di Indonesia dan akan terus menjadi sektor andalan masa depan. Kami melihat ekspor akan meningkat tahun ini seiring adanya investasi tambahan yang masuk ke Indonesia,” ungkapnya. ***

Editor : Laksito Adi Darmono