logo

Dengan RPTRA Diharapkan Pendidikan Anak Dan PKK Lebih Berkembang

Dengan  RPTRA Diharapkan Pendidikan Anak Dan PKK  Lebih Berkembang

15 Maret 2019 09:46 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kehadiran Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di tiap kelurahan diharapkan membuat 10 program pokok PKK lebih berkembang, khususnya dalam pendidikan anak anak di luar sekolah. Sebab RPTRA itu merupakan implementasi dari 10 program pokok PKK dan program Kota Layak Anak ( KLA).

Hal itu dikatakan Kepala Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Timur Dra Fetty Fatimah di kantornya Kamis (14/3/2019).

"Untuk pendidikan anak-anak  jelas RPTRA sangat mendukung. Sebab tiap RPTRA pasti ada perpustakaannya," tutur Fetty Fatimah. Dengan demikian akan dapat meningkatkan minat baca anak anak yang selama ini kurang membudaya.

Pernyataan Fetty Fatimah itu  sehubungan dengan diresmikannya 5 RPTRA baru oleh Wali Kota Jakarta Timur M Anwar Selasa (12/3/2019) di RPTRA Bunga Rampai, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit.

Lima RPTRA yang baru itu selain RPTRA Malaka Jaya juga RPTRA RPTRA di Kelurahan Bidaracina, Cilangkap, Kelapa Dua Wetan dan Kelurahan Utan Kayu Selatan. Dengan demikian dari 65 kelurahan di Jaktim  sudah 40 kelurahan yang memilik RPTRA yang masing masing luasnya bervariasi antara 750 m2 sampai  3.000 m2. 

Lebih lanjut Fetty Fatimah menegaskan dari 6 orang pengelola RPTRA memiliki tugas masing masing. Ada 

Kelompok Kerja (Pokja) I, Pokja II, Pokja III, Pokja IV dan  SIM PKK dengan dasa wismanya. 

"Mengenai Kampung KB khusus di DKI Jakarta  dipusatkan di RPTRA, namun scope-nya untuk seluruh wiIayah kelurahan di mana RPTRA itu berada," ujar Fetty. Bidang KB ini ditangani Pokja IV PKK. 

        RPTRA Bunga Rampai

Sementara itu Wiwiek Triwulandari S. Kom, Ketua Pokja ll PKK Malaka Jaya yang membidangi Pendidikan dan Keterampilan menyatakan dengan adanya RPTRA Bunga Rampai tersebut  pertama, fasilitas sosial itu akan dimaksimalkan  untuk kegiatan PAUD dan BKB bergantian per RW. 

"Jadwalnya akan diatur oleh pengelola bekerjasama dengan  Paguyuban BKB PAUD Malaka Jaya," kata Wiwiek. 

Kedua, pihaknya bekerjasama dengan Sudin Perpustakaan akan mengadakan kegiatan "Mendongeng" bagi 60 orang anak setiap 3 bulan  sekali.

Ketiga, Kegiatan Keterampilan yang sudah berjalan per 2-3 bulan  sekali, akan diusulkan untuk dilaksanakan di RPTRA. 

Keempat, Ruang GrossMart, akan dimaksimalkan sebagai wadah memasarkan produk UP2K yang ada di Malaka Jaya.

Kelima, Pokja II akan bekerja sama dengan  Puskesmas. Bilamana  ada pemeriksaan Gigi atau SDiDTK anak PAUD agar dilaksanakan di RPTRA.

"Semua jadwal waktu diatur oleh Pengelola RPTRA, tentunya," ujar Wiwiek.

Diharapkan agar  Paguyuban BKB PAUD dapat melaksanakan Event Tahunan berupa  Gebyar, Diklat atau Festival dan lain lain di RPTRA tersebut.

Sedangkan Sri Sumardiyati SPd, selaku Ketua Paguyuban.PAUD se Malaka Jaya menyatakan terimakasih dan bersyukur dengan adanya RPTRA baru itu.

"Ke depan kami ingin anak anak terutama anak PAUD di Malaka Jaya ini dapat  memanfaatkan tempat ini se maksimal mungkin. Ini demi  membangun karakter anak anak PAUD sejak dini. Kiranya pejabat berkompeten mengizinkannya," katanya.

Menurut Sri Sumardiyati ada 6 aspek perkembangan anak yang  dapat dibentuk di tempat ini, sehingga anak anak akan siap menempuh pembelajaran ke jenjang berikutnya, yaitu TK dan SD. 

Enam aspek yang dimaksud meliputi 

1.Nilai agama dan moral.

2.Fisik motoriknya.

3.Kognitifnya.

4.Bahasa.

5.Sosial emosionalnya dan 

6. Seni.

"Kami Paguyuban PAUD bertekad untuk mengoptimalkan sarana tersebut  demi masa depan generasi yang berkarakter hebat," ujar Bu Sri bersemangat.

Saat ini paguyubannya meliputi 13 PAUD se Malaka Jaya dengan jumlah gurunya 72 orang dan muridnya 418 orang anak. ***