logo

Kemenpar Sosialisasikan KUR Pariwisata Di Medan

Kemenpar Sosialisasikan KUR Pariwisata Di Medan

15 Maret 2019 08:02 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - MEDAN: Kementerian Pariwisata terus melakukan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jumat (15/3), Kemenpar akan melakukan dalam Workshop Sosialisasi KUR Sektor Pariwisata di Hotel Aryaduta Medan.

Menurut Asdep Pengembangan Destinasi Regional I, Lokot Ahmad Enda, workshop ini memberikan dukungan fasilitas pengembangan destinasi di area Sumatera Utara. Terutama dukungan terhadap pembiayaan untuk pengembangan usaha di destinasi wisata.

“KUR pariwisata diarahkan agar bisa diakses pelaku usaha pariwisata terutama yang berada di 10 destinasi prioritas dan 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Sumut juga termasuk di dalamnya,” ujar Deputi Pengembangan Destinasi Lokot, Kamis (14/2).

Lokot menambahkan, sampai Semester I Tahun 2018, KUR mencatatkan capaian yang sangat positif. Berdasarkan data realisasi yang dihimpun oleh sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, KUR telah disalurkan sebesar Rp 64,6 Triliun. Angka tersebut sebesar 55,1% dari target penyaluran KUR tahun 2018.

Agresivitas capaian KUR tersebut juga diikuti dengan terjaganya tingkat Non Performing Loan diangka 0,01%. Pemerintah juga berhasil menjaga dominasi porsi penyaluran KUR kepada usaha mikro. Hal tersebut tercermin dengan penyaluran KUR Mikro sebesar Rp 41 triliun atau sebesar 63,5% dari penyaluran KUR. Sedangkan untuk KUR Kecil sebesar Rp 23,3 Triliun atau sebesar 36,1%. Setelah itu disusul KUR Penempatan TKI sebesar Rp 231 Miliar atau sebesar 0,4%. 

"Kinerja ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha mikro dan kecil. Dengan KUR diharapkan pelaku usaha pariwisata bisa naik kelas, sehingga masyarakat secara umum meningkat kesejahteraannya dari sektor pariwisata," kata Lokot.

Sementara itu Kabid Pengembangan Destinasi Area I Wijanarko mengatakan, pemerintah telah bertekad untuk mendorong penyaluran KUR ke sektor pariwisata. Hal itu dilakukan mengingat sektor pariwisata memilki multiplier effect bagi peningkatan perekonomian masyarakat.  

"Untuk itu para pelaku industri pariwisata perlu didorong untuk mengetahui mekanisme pengajuan KUR Pariwisata. Ini yang akan kita sosialisasikan pada program kali ini," ucapnya.

Pada sosialisasi ini, Kemenpar menggandeng sejumlah narasumber untuk mendorong palaku pariwisata aktif mengajukan KUR. Seperti Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan, Asdep Pengembangan Investasi Pariwisata Kemenpar Henky H.P Manurung, hingga Pimpinan Wilayah Bank BRI Medan.

Mereka akan memaparkan berbagai kebijakan terbaru mengenai makanisme serta kemudahan KUR pariwisata. Sehingga para pelaku usaha pariwisata memilki pemahaman utuh mengenai KUR yang akan disalurkan.

"Kita juga mengundang dinas-dinas terkait di lingkup pemerintahan Provinsi Sumut untuk mengikuti sosialisasi ini. Sehingga mereka pun paham akan mekanisme KUR pariwisata. Sehingga mereka juga dapat menerangkan hal tersebut kepada industri yang tidak hadir pada sosialisasi ini," terangnya.

Kasubid Bidang Pengembangan Destinasi Area I B, Andhy Marpaung pun ikut angkat suara. Andhy mengatakan, pada prinsipnya KUR terbuka luas untuk semua jenis usaha yang berhubungan dengan pariwisata. Baik itu yang memiliki usaha atau yang mau mengembangkan usaha di bidang pariwisata. 

Hanya saja ini tidak begitu dipahami secara utuh oleh para pelaku usaha. Bahkan karena tidak tahuan itu mereka tidak mengajukan KUR pariwisata.

"Nah ini yang ingin kita maksimalkan. Sehingga penyaluran KUR ini dapat berjalan dengan baik serta membantu mengangkat usaha di bidang pariwisata. Imbasnya tentu peningkatan unit usaha yang masyarakat jalankan," ujar Andhy.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meyakini KUR merupakan cara cepat untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM pariwisata secara optimal. Skema yang disiapkan pun cukup mudah sehingga tidak memberatkan.

"Skema yang disiapkan pun banyak. Ada pembiayaan dari dana desa, dana reksa terutama untuk investasi besar, program kemintraan bina lingkungan BUMN, dan kredit fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Ini bisa dimaksimalkan para pelaku usaha pariwisata," ujar Menpar.

Menpar berharap dengan itu akan semakin mempercepat laju pertumbuhan UMKM pariwisata. Sehingga UMKM pariwisata dapat menjadi salah satu penopang perkembangan pariwisata Indonesia. Imbasnya tentu peningkatan perekonomian masyarakat dari kepariwiasataan.

"Kemenpar terus mendorong pengembangan pelaku usaha pariwisata. Dengan dukungan seluruh stakeholder saya yakin percepatan bisa kita lakukan. Spiritnya Indonesia Incorporated. Bersatu memajukan pariwisata Indonesia," tegas Menteri asal Banyuwangi itu. ***

Editor : Pudja Rukmana