logo

Survei Median Di DKI: PDIP Ditempel Gerindra, Demokrat, PKS, PAN; Golkar Ke-6

Survei Median Di DKI: PDIP Ditempel Gerindra, Demokrat, PKS, PAN; Golkar Ke-6

Foto: Istimewa
14 Maret 2019 19:10 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Elektabilitas PDIP tertinggi sesuai hasil survei Media Survei Nasional (Median) terhadap elektabilitas parpol di DKI Jakarta, yang dirilis Kamis (14/3/2019). Namun, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu 'dibayang-bayangi' partai yang bertengger di urutan ke-2, ke-3, ke-4 dan ke-5.

Apakah survei dengan pertanyaan, "Jika pemilu legislatif dilakukan saat ini, partai apakah yang akan Anda pilih?"

Survei digelar pada akhir Februari hingga pekan pertama Maret 2019 dengan melibatkan 1.000 responden dan menggunakan sampel dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas partisipasi kodya dan gender. Margin of error survei ini lebih kurang 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Adalah alasan dominan warga Jakarta memilih PDIP karena faktor kinerja Jokowi. Sementara alasan warga Ibu Kota memilih Gerindra karena memilih Prabowo. 

Alasan memilih Demokrat karena memilih SBY. Sementara PKS dipilih karena sangat identik dengan partai Islam. Sementara PAN dipilih karena disetujui amanah, sedangkan Golkar dipilih karena alasan ikut keluarga.

Inilah persentase elektabilitas partai hasil survei Median:

PDIP 28,1 persen
Gerindra 22,9 persen
Demokrat 6,9 persen
PKS 6,8 persen
PAN 4,7 persen
Golkar 4,6 persen
PKB 2,2 persen
Perindo 2,1 persen
NasDem 2,0 persen
PPP 1,8 persen
PSI 1,3% persen
Hanura 1,1 persen
PBB 0,2 persen
Berkarya 0,2 persen
ragu-ragu 15,2 persen.

Menurut Median, elektabilitas parpol masih bisa berubah dalam satu bulan ke depan. Dari data elektabilitas di atas, terlihat PDIP 'dikepung' partai pemilihan yang bertengger di urutan ke-2 hingga ke-4, dengan elektabilitas tertinggi di Ibu Kota.

Data survei lebih detail mengungkap PDIP unggul di 4 kotamadya, kecuali di Jakarta Selatan, yang dikuasai Gerindra. Tak ada data di Kepulauan Seribu

Editor : Pudja Rukmana