logo

PKCB Konservasi Belasan Patung Dan Monumen Serta Puluhan Koleksi Museum

PKCB Konservasi Belasan Patung Dan Monumen Serta Puluhan Koleksi Museum

14 Maret 2019 14:41 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pusat Konservasi Cagar Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (PKCB Disparbud) DKI Jakarta tahun 2019 ini  memprogramkan untuk  mengkonservasi belasan patung dan monumen serta puluhan koleksi museum museum di Jakarta. 

Puluhan wayang Betawi  koleksi Museum Wayang dan lebih 7  benda kuno koleksi Museum Sejarah Jakarta sudah selesai  dikonservasi oleh tim konservasi  PKCB Disparbud DKI. 

Demikian diungkapkan Kepala PKCB Disparbud DKI Jakarta Linda Enriany    di kantornya Rabu (13/3/2019).

Koleksi Museum Sejarah Jakarta (MSJ) yang sudah dikonservasi meliputi  meriam Si Jagur dari abad 17, empat meriam di Taman Fatahillah, patung singa VOC  Batavia,  patung dewa Hermes, prasasti Peter Eberveld,  penggilingan tebu dan tempat minum kuda dari batu yang kesemuanya dari zaman kolonial. 

"Sekarang kami masih mengerjakan konservasi prasasti pembangunan gedung MSJ tersebut yang ternyata terbuat dari kayu," ujar Nurul Iman  

staf Preservasi dan  Restorasi PKCB selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan  yang mendampingi Linda Enriany. 

Lebih lanjut Kepala PKCB Linda Enriany  menjelaskan, monumen yang segera dikonservasi meliputi Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Monumen Persabatan dan Perjuangan di Jl Cut Mutia, patung kontemporer ASEAN di Taman Suropati, Menteng, dan patung Mohammad Husni Thamrin di Museum MHT Jl Kenari II, Jakarta Pusat serta patung Pahlawan Revolusi di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya Jakarta Timur.

Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta Sri Kusumawati mengakui banyak koleksinya yang sudah dan sedang dikonservasi, dipreservasi maupun harus direstorasi. "Untuk detailnya tanyakan ke Pak Khasirun," kata Sri  Kusumawati yang akrab dipanggil Bu Atiek. 

Khasirun staf MSJ yang menangani koleksi mengakui banyak koleksi yang sudah selesai dikonservasi PKCB. "Ada dua patung singa Cina di tangga museum juga sudah dikonservasi," kata Khasirun. 

Mengenai prasasti Peter Eberveld dikatakan Khasirun,  peristiwanya tertulis tanggal 14 April 1722. 

Sampai saat ini tinggal prasasti pembangunan museum itu yang sedang dikerjakan tim PKCB.

Konservator senior Andia ketika dihubungi Rabu sore kemarin mengakui pihaknya masih mengerjakan di Museum Sejarah Jakarta. 

Nurul Iman juga  menjelaskan prasasti  tersebut teryata terbuat dari kayu dipahat dengan huruf huruf dan  angka yang timbul. Semula banyak orang mengira terbuat dari logam atau bahan keras lainnya.

Papan prasasti yang atas menerangkan awal pembangunan gedung museum itu tanggal 25 Januari 1707 ketika pemerintahan VOC dengan  Gubernur Jendral Joan van Hoorn. Papan yang bawah tanda selesainya gedung bertingkat itu 10 July 1710 masa Gubernur Jendral Abraham van Riebeeck.

"Ternyata ada bagian yang lapuk. Makanya kesulitan untuk dicopot," kata Iman. Ini diakui Andia konservator senior PKCB.

Sementara prasasti makam Olivia Raffles dari abad 19  di Museum Prasasti Tanah Abang juga selesai dikonservasi secara insitu. 

Bulan April mendatang kata Linda Enriany,  PKCB akan mengkonservasi koleksi keramik, tekstil dan lukisan. 

Sedangkan untuk patung patung dan monumen akan dikerjakan bulan Agustus atau September mendatang. 

Yang menyulitkan,  saat pekerjaan konservasi masih banyak pengunjung museum. Seperti ketika dilakukan coating prasasti Peter Eberveld di halaman belakang MSJ. Ada pengunjung yang memegang dan mencium  prasasti batu tentang hukuman pecah kulit oleh  pemerintah VOC Belanda yang bertanggal 14 April 1722. ***