logo

Mendes PDTT Ajak Kaum Muda Turun Langsung Bangun Desa

Mendes PDTT Ajak Kaum Muda Turun Langsung Bangun Desa

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (foto, ist)
13 Maret 2019 21:54 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BENGKULU: Mahasiswa bisa berkontribusi di era digital 4.0 ini, seperti peluang usaha e-commerce. Apalagi, saat ini banyak desa wisata yang menggerakan ekonomi, yang bisa dijadikan sebagai salah satu promosi paling cepat dengan menggunakan teknologi internet. Melalui jejaring media sosial seperti instagram, facebook atau portal-portal dari BUMDes.

"Kaum muda dan akademisi bisa berkontribusi membangun desa. Salah satunya dengan turun langsung ke desa," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dengan nada mengajak pada mahasiswa. Dalam acara Seminar nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Bengkulu, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu, Rabu (13/3/2019).

"Turun ke desa, lihat desa wisata, kembangkan. Kalian akan jadi unicorn-unicorn baru. Lihat peluang-peluang, jangan buang waktu untuk mengeluh dan melihat ketidaksempurnaan," tutur dia.

Manfsatkan teknologi, kata dia, untuk lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi di desa. Dikemukakannya, dengan menggunakan teknologi industri 4.0, kementerian ada kerja sama dengan Bukalapak, Regopantes dan portal lain (dalam bentuk e-commerce).

"Nah kalian kaum muda dan mahasiswa bisa melihat peluang itu," ujarnya. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), disebutkannya, memiliki Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Fortides). Saat ini, ada 100 universitas yang ikut gabung.

Diharapkan forum ini bisa menjadi wadah mahasiswa untuk ikut berkontribusi membangun desa.

Selain memberikan materi kuliah umum, Mendes PDTT juga memberikan pencerahan terkait sikap. Dia berharap kaum muda atau mahasiwa bisa memanfaatkan waktunya dengan optimal.

"Kalian bisa jadi apapun tergantung kalian punya mimpi dan seberapa keras cita-cita itu bisa diwujudkan. Kalian punya energi yang begitu besar tapi bisa redup jika kecewa. Jangan biarkan kita kecewa karena tidak akan semangat lagi untuk cita-cita. Nomor satu, semangat," tuturnya, disambut riuh peserta seminar.

Sementara itu,  Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Gusta Gunawan mengatakan, saat ini persoalan pembangunan berkelanjutan masih terus digenjot. Desa-desa tertinggal di Bengkulu mulai berbenah dari Mukomuko hingga Kaur.

Menurut dia, itu tidak terlepas dari peran Kemendes PDTT. "Perlunya kerja sama antara akademisi, pebisnis, pemerintah, dan komunitas. Harapannya desa tertinggal bisa maju seperti di daerah transmigrasi," ungkapnya. ***

Editor : Pudja Rukmana