logo

Lebih 1.300 Buah Alat Peraga Kampanye Di Mampang Prapatan Ditertibkan

Lebih 1.300 Buah Alat Peraga Kampanye Di Mampang Prapatan Ditertibkan

13 Maret 2019 16:58 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Lebih dari 1.300 buah alat peraga kampanye (APK) yang melanggar aturan di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019)  ditertibkan Aparat Gabungan yang dipimpin Camat Mampang Prapatan, H Nasrudin Abu Bakar.

APK tersebut berupa baliho, spanduk atau banner, bendera yang dipasang di tempat terlarang langsung diturunkannm aparat gabungan tersebut.

"Sebanyak 1.377 buah APK berupa baliho, spanduk, bendera dan lain lain kami turunkan dari tempat terlarang. Seperti di JPO, pagar pembatas jalan, tiang listrik, pagar dan kolong fly over," kata Nasrudin usai penertiban Rabu (13/3/2019) siang.

Penertiban tersebut diawali dengan apel kesiapan yang diikuti 100 personil gabungan dari Satpol PP, Sudin Perhubungan, Polri, TNI  kemudian menyisir Jln  Mampang Prapatan, Jln. Kapten Tendean, dan Jln. Jendral Gatot Subroto.

Mereka langsung menurunkan APK dari tempat tempat terlarang.

Langkah tersebut menurut Camat Nasrudin Abu Bakar  sesuai SK Ketua KPU Jakarta Selatan No. 201/HK.03.2-SK/3174/Kota/IX/2018.

Penertiban tersebut menurut Nasrudin untuk menindaklanjuti surat permohonan Ketua Panwas Kecamatan Mampang Prapatan.  "Barang bukti APK yang kami turunkan, selanjutnya diserahkan kepada Panwascam untuk disimpan dan diamankan," katanya.

Warga Mampang Prapatan yang melihat hasil penertiban APK tersebut menyatakan lega karena selama ini terlihat pemasangan APK sembarangan dan   semrawut.

Heru Sulaiman warga Mampang Prapatan, RW 02 Kelurahan Tegal Parang menyatakan dukungannya pada ketegasan Camat yang baru itu. "Harus tegas dan tidak pilah pilih," katanya.

Menurut Heru kesemrawutan pemasangan alat peraga kampanye terlihat merata di Jakarta Selatan.

"Kemarin saya ke Jagakarsa sepanjang  jalan juga penuh alat peraga kampanye," tuturnya. Banyak juga caleg caleg tidak dikenal warga dari partai baru memasang pesan yang tidak masuk akal. ***