logo

Survei Voxpol: Hanya 9 Parpol Lolos DPR, 7 Partai Lainnya 'Out'

Survei Voxpol: Hanya 9 Parpol Lolos DPR, 7 Partai Lainnya 'Out'

Foto: Istimewa
13 Maret 2019 09:12 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Hasil survei nasional Voxpol Center Research and Consulting (CRC) terkait tingkat elektabilitas partai jelang Pemilu 2019, tercatat  hanya 9 partai yang berpotensi memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.

Survei Voxpol ini dilakukan pada 24 Februari - 6 Maret 2019 dengan melibatkan 1.220 responden berusia 17 tahun ke atas di seluruh provinsi Indonesia. 

Survei dilakukan melalui metode pemilihan responden secara acak dengan margin of error lebih kurang 2,98 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara responden yang belum memutuskan pilihannya sebesar 7,3 persen.

Dari 16 partai  peserta  Pemilu 2019, praktis sembilan (9) partai berpotensi lolos karena mendapat tingkat elektabilitas yang tinggi. PDIP menempati posisi teratas dengan elektabilitas tertinggi sebessr 26,5 persen, disusul Partai Gerindra 14,2 persen, Partai Golkar 10,6 persen, dan PKB 8,4 persen.

Kemudian, berturut-turut Partai Demokrat dengan 6,7 persen, Partai Nasdem 5,5 persen, PKS 4,9 persen, PAN 4,5 persen, dan terakhir PPP 4,1 persen

"(Jadi), kemungkinan hanya 9 partai berpotensi sukses dan lolos melampaui ambang batas perolehan suara minimal dalam pemilu," kata Direktur Eksekutif Voxpol, Pangi Syarwi Chaniago melalui penjelasan tertulisnya,  Selasa (12/3/2019).

Yang menarik, hasil survei ini juga menemukan data 7 partai yang kemungkinan besar gagal memenuhi syarat 4 persen ambang batas parlemen. Ketujuh partai terdiri-dari 3 partai lama dan 4 partai baru.

Menurut Pangi,  partai-partai yang berpotensi gagal lolos karena rendahnya elektabilitas adalah Perindo dengan 3,5 persen, Partai Hanura 1,1 persen, PBB 0,8 persen, Partai Berkarya 0,7 persen, PSI 0,5 persen, PKPI 0,4, dan Partai Garuda 0,3 persen.

"Dari data di atas menunjukkan bahwa belum ada satu pun partai baru yang berhasil melampaui ambang batas parlemen," kata  Pangi.  "Itu artinya, parlemen masih akan dikuasai partai wajah lama," ujarnya pula. ***

Editor : Pudja Rukmana