logo

Survei BPN: Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Amin, TKN: Untuk Menghibur Diri

Survei BPN: Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Amin, TKN: Untuk Menghibur Diri

Foto: Istimewa
12 Maret 2019 06:56 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Koordinator  juru  bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno  (Prabowo-Sandi), Dahnil Simanjuntak mengklaim, berdasarkan hasil survei internal, elektabilitas Prabowo-Sandi mengungguli pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Amin).

"Hasil survei kami, justru saat ini sudah crossing, Prabowo-Sandi sudah di angka 54 persenan, sedang Jokowi 40-an," kata Dahnil seperti dikutip dari Kompas.com. 

Di lain pihak, jurubicara BPN lainnya, Andre Rosiade menjelaskan hasil survei internalnya menunjukkan keunggulan tipis Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Elektabilitas Prabowo-Sandi 48 persen, sementara Jokowi-Amin 46 persen.

"Jadi gini, hasil surveinya 48 (persen) Prabowo, 46 (persen) Jokowi," kata Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (11/3/2019)seperti dikutip dari  Detik.com.

Menurut  Andre, survei tersebut dilaksanakan usai debat kedua pada 17 Februari 2019 lalu dan didapat dari 2.000 responden yang tersebar secara nasional. "Duaribu itu nasional. Itu sama kayak survei-survei yang lain. Itu 2.000 responden nasional," ujarnya.

Hasil survei internal versi  BPN ini disampaikan Dahnil maupun Andre untuk  merespon hasil survei SMRC yang  menyebutkan keunggulan telak  pasangan Jokowi-Amin aras Prabowo-Sandi.

Survei  SMRC menyebutkan seandainya pemilu digelar sekarang, pasangan capres dan cawapres Jokowi-Amin meraih 54,9 persen.  Sementara, pemilih pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 32,1 persen. Sebanyak 13,0 persen menyatakan tidak tahu atau merahasiakan pilihannya.

Pelaksanaan survei digelar pada  24-31 Januari 2019  dengan melibatkan 1.426 responden dengan menggunakan metode multistage random sampling. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka, margin of error lebih kurang 2,65 persen.

Lebih jauh mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu menatakan  pihaknya yakin pasangan Prabowo-Sandi dapat meraih suara di atas 60 persen pada saat pencoblosan. "Jadi kami yakin beberapa hari ini pada saat pencoblosan, Prabowo-Sandi itu bisa menang di atas angka 60 persen," ujarnya pula.

Dahnil menilai, saat ini masyarakat tak lagi memercayai hasil survei elektabilitas terkait pilpres yang dirilis sejumlah lembaga survei. "Publik sudah tidak percaya dengan model-model begitu," ucapnya. 

Lembaga Survei  Kredibel

Sementara itu  Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai klaim BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal Prabowo unggul di survei internal hanya untuk menghibur diri sendiri. Bagaimanapun TKN lebih percaya pada lembaga survei yang masih mengunggulkan pasangan nomor urut 01.

"Silakan aja mereka punya internal. Tapi, banyak sekali lembaga survei yang memiliki kredibilitas yang menyatakan kami semua menang di atas selisih 20 persen," kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019) seperti  dikutip  dari Detik.com.

"Jadi saya kira silakan sajalah kalau untuk menghibur diri sendiri, hendak klaim-klaim survei internal. Siapa yang mau percaya terhadap itu?" ucapnya pula.

Secara terpisah Wakil Direktur Kampanye TKN Daniel Johan menyebutkan beberapa hasil survei independen nasional yang kredibel tetap mengunggulkan pasangan calon presiden dan wakil  presiden nomor  urut  01, Jokowi-Amin.

Menurut Daniel, peningkatan elektabilitas Jokowi normal karena Jokowi dinilai menyampaikan sesuatu yang realistis dan penuh optimisme di debat pertama dan kedua. Ia pun menyatakan akan terus bekerja maksimal untuk meyakinkan  para  pemilih, terutama pemilih pemula agar yakin bahwa pasangan Jokowi-Amin adalah yang terbaik untuk memimpin Indonesia.

"Kami yakin bahwa masyarakat akan menentukan pilihannya kepada paslon 01 karena sudah terbukti Pak Jokowi selama 4 tahun memimpin Indonesia banyak perubahan signifikan. Tinggal satu periode lagi agar pemerataan pembangunan makin dirasakan seluruh rakyat," ucapnya.

Lebih  jauh Wakil Sekretaris TKN, Ahmad Rofiq menegaskan, pihaknya lebih percaya kepada hasil survei dari lembaga survei umum  yang objektif dan bisa dipertanggungjawabkan.

"TKN tidak ada klaim-klaiman. TKN mengikuti survei umum saja. Karena survei umum itu mempunyai objektivitas yang cukup bisa dipertanggungjawabkan," ujar Rofiq.

Namun, Rofiq menyatakan akan terus bekerja keras agar memperoleh kemenangan yang melebihi hasil survei. Pihaknya tak ingin terlena dengan hasil survei yang mengunggulkan Jokowi-Ma'ruf. 

"Kami tahu ukuran mana yang harus difokuskan, mana yang tidak. Kami optimis bahwa Jokowi akan dapat memenangkan secara mutlak," ungkap Rofiq.

Elektabilitas Capres Cawapres

Selain SMRC, beberapa lembaga survei lain sudah mengeluarkan hasil penelitian masing-masing terhadap elektabilitas capres-cawapres.

Ada sejumlah lembaga survei yang mengeluarkan gambaran elektabilitas pasangan nomor urut 01 Jokowi-Amin dan nomor urut 02 Prabowo-Sandi dengan perbandingan yang cukup mencolok.

1. Survei LSI Denny JA pada Februari 2019, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 58,7 persen dan Prabowo-Sandi memperoleh 30,9 persen.

2.  Survei Celebes Research Center (CRC) sejak 23-31 Januari 2019 di 34 provinsi, Jokowi-Amin memperoleh 56,1 persen dan Prabowo-Sandi 31,7 persen, dan tidak tahu atau tidak menjawab 12,2 persen.

3. Survei Populi Center yang  dilakukan pascadebat pertama Pilpres 2019, 20-27 Januari 2019 menunjukkan Jokowi-Amin unggul sebesar 54,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 31,0 persen. Yang tidak menjawab sebesar 14,9 persen. 

4. Survei Cyrus Network pada 18-23 Januari 2019, Jokowi-Amin  memperoleh 57,5 persen dan Prabowo-Sandi 37,2 persen. Sementara, sisanya belum memutuskan atau tidak menjawab.

5.  Survei Polmark sejak Oktober 2018 -  Februari 2019, yang dilakukan di 73 daerah pemilihan (dapil) se-Indonesia, Jokowi-Amin meraih 40,4 persen. Prabowo-Sandi 25,8 persen.

6. Survei Charta Politika, 22  Desember 2018 - 2 Januari  2019, elektabilitas Jokowi-Amin sebesar 53,2 persen dan Prabowo-Sandi 34,1 persen.

Sementara itu hasil survei tiga lembaga survei lainnya menunjukkan selisih elektabilitas atau jarak elektoral relatif yang menipis, hingga kurang dari 10 persen.

1.  Survei Lembaga Survey & Polling Indonesia (SPIN) yang digelar pada 27 Desember 2018  - 8 Januari 2019,  Jokowi-Amin 49  persen,  Prabowo-Sandi 41 persen. Undecided voters 10 persen.

2.  Survei Indomatrik  pada 21-26 Januari 2019, elektabilitas Jokowi-Amin 47,97  ppersen dan Prabowo-Sandi  44,04 persen. Sedangkan swing voters 7,99 persen.

3. Hasil survei Media Survei Nasional (Median) per Januari 2019, elektabilitas Jokowi-Amin  sebesar 47,9 persen dan Prabowo-Sandi  38,7 persen. Perbedaan elektabilitas keduanya praktis hanya 9,2 persen. ***

Editor : Pudja Rukmana