logo

Peningkatan Anggaran Bansos Perlu Demi Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Peningkatan Anggaran Bansos Perlu Demi Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (baju putih) di tengah penerima PKH. (foto, ist)
12 Maret 2019 02:37 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - LUMAJANG: Gagasan meningkatkan alokasi anggaran bantuan sosial, punya argumentasi kuat. Demikian penilaian Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (11/3/2019).

Menurut dia, presentase kemiskinan sebesar 9.66 persen berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) September 2018, merupakan capaian penting, meskipun  secara riil jumlah warga kurang mampu tidak kecil.

“Maka usulan meningkatkan anggaran bantuan sosial termasuk PKH dan BPNT bisa dipandang sebagai upaya pemerintah melakukan percepatan penanganan masalah kemiskinan,"tutur dia.

Di lain pihak, lanjutnya, juga untuk mendorong proses graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sehingga, bansos bisa dialokasikan untuk warga kurang mampu lainnya.

Pada kesempatan itu, Mensos menyaksikan penyaluran bantuan PKH dan BPNT Tahap l Tahun 2019, senilai total Rp64.213.060.000 untuk Kabupaten Lumajang. Penyaluran bantuan ini merupakan pencairan bantuan sosial Tahap l tahun 2019.

Untuk Kabupaten Lumajang, bansos PKH mencakup 46.398 keluarga dengan nilai Rp54.327.250.000, sementara BPNT mencakup 89.871 keluarga dengan nilai Rp9.885.810.000.

Secara umum, pada penyaluran bansos Tahap l Tahun 2019, Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bansos Rp2,284,533,755,000 untuk Provinsi Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan ini, anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi, dan anggota 3 BPK RI Achsanul Qosasi, Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Tampak hadir pula, Inspektur Jenderal Kementerian Sosial RI Dadang Iskandar, Staf Ahli Menteri Sosial RI Prof Syahbuddin, Karo Humas Sonny W Manalu dan Karo Umum Adi Wahyono.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto