logo

DU Tagana Produksi 20.747 Porsi Untuk Korban Banjir Jatim

DU Tagana Produksi 20.747 Porsi Untuk Korban Banjir Jatim

Dapur umum TAGANA. (foto,ist)
10 Maret 2019 23:18 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sebanyak 13 dapur umum (DU) didirikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Dinas Sosial Jawa Timur, untuk membantu korban bencana banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Ke 13 DU tersrbut mampu memproduksi 20.747 porsi nasi per hari. Demikian dijelaskan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Sabtu (9/3/2019). Ke 13 DU itu tersebar di tujuh kabupaten.

Dari 13 lokasi yang paling parah terdampak akibat banjir, tiga di antaranya sudah mandiri. Artinya, masyarakat sendiri yang mengelola DU secara mandiri. "Kami hanya memberikan bahan mentahnya, mereka sendiri (pengungsi) yang mengolah," tutur Mensos. Dapur umum terbesar, jelasnya,  di Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun dengan kapasitas 12.000 porsi nasi bungkus tiap hari.

"Untuk mengoperasikan dapur umum juga dibantu oleh Tagana dari Kabupaten yang tidak terdampak. Di antaranya dari Kabupaten Jombang," ungkapnya.

Ke 13 DU tersebar di Kabupaten Tulung Agung satu lokasi di Desa Waung Kecamatan Boyolangu, Kabuparen Ponorogo di kantor Dinas Sosial, Kabupaten Tuban di Kantor Kecamatan Soko, Desa Tambakrejo Rengel dan Desa Karangtinoto Rengel. Untuk dapur umum Kabupaten Ngawi berada di Desa Warukkalong Kecamatan Kwadungan dan Kantor Camat Geneng, Kabupaten Madiun berlokasi Kantor Kecamatan Balerejo, Desa Bakulan Kecamatan Mejayan dan Kelurahan Klumutan.

Sementara untuk Kabupaten Magetan berada di Desa Jajar Kecamatan Kartoharjo dan untuk Kabupaten Trenggalek di Posko Dinas Sosial dan dapur umum di Kantor Kecamatan Pogalan.

Seperti diketahui, Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan deras. Sehingga, mengakibatkan 15 kabupaten terendam banjir, yaitu Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Tranggalek, Ponorogo, Lamongan serta Blitar

Saat berkunjung di lokasi yang terdampak bencana banjir bandang Madiun, Kamis (7/3/2019) lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan tentang penyebab bencana banjir di beberapa kabupaten sebulan terakhir. Mantan Menteri Sosial itu menyebut kurangnya sudetan Sungai Bengawan Solo yang mengalir di berbagai anakan sungai menjadi faktor penyebab banjir.

"Dulu saya pernah mendapatkan konsultasi dari pakar air. Semestinya dari Bengawan Solo harus ada lima sudetan. Dari lima sudetan ini ternyata masih ada dua. Jadi tinggal tiga titik yang belum," tutur Khofifah, di sela-sela kunjunganya melihat daerah terdampak bencana banjir di Balerejo, Kabupaten Madiun.

Khofifah juga memberikan sejumlah bantuan sembako kepada korban bencana di Kabupaten Madiun.

Editor : Azhari Nasution