logo

Survei THI, PDI-P Miliki Elektabilitas Tertinggi Di Sultra

Survei THI, PDI-P Miliki Elektabilitas Tertinggi Di Sultra

10 Maret 2019 22:20 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - KENDARI: Lembaga survei The Haluoleo Institute (THI) yang telah melakukan survei elektabilitas parpol peserta Pemilu 2019 menempatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai parpol peserta pemilu yang memiliki elektabilitas tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Direktur The Haluoleo Institute, Naslim Sarlito Alimin, di Kendari, Minggu  (10/3/2019) seperti diwartakan Antara, mengatakan, elektabilitas PDIP mencapai 18 persen jauh meninggalkan Partai Demokrat yang berada diurutan kedua dengan elektabilitas 14,2 persen.

Posisi ketiga adalah partai Golkar dengan elektabilitas 13 persen, Gerindra hanya berada di posisi keempat dengan elektabilitas 7,3 persen, menyusul Partai Nasdem dengan elektabilitas 4,2 persen.

PAN yang pada pemilu 2014 yang tertinggi di Sultra, namun pada survei tersebut hanya mampu berada di urutan keenam dengan elektabilitas 3,6 persen dan PKS berada dibawahnya dengan elektabilitas 3,3 persen.    

PPP hanya memiliki elektabilitas 2,9 persen, kemudian PBB memiliki elektabilitas 1,5 persen, PKB 1,4 persen, Perindo 0,3 persen, Hanura 0,2 persen, PSI 0,2 persen, Partai Berkarya 0,2 persen, Partai Garuda 0,2 persen dan PKPI 0,0 persen, sedangkan yang masih merahasiakan pilihannya 29,5 persen.

Berdasarkan distribusi dukungan enam partai dengan elektabilitas teratas, dari enam dapil di Sultra PDIP unggul pada tiga dapil yakni Dapil I (Kota Kendari dengan urutan PDIP, Gerindra, Golkar, PAN, Nasdem, Demokrat), Dapil IV (Baubau, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah dan Wakatobi dengan urutan PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, Demokrat, PAN) dan Dapil VI (Konawe, Konawe Utara dan Konawe Kepulauan dengan urutan PDIP, PAN, Golkar, Gerindra, Demokrat, Nasdem).

Kemudian Partai Demokrat unggul pada dua Dapil yakni Dapil II (Konawe Selatan-Bombana dengan urutan Demokrat, Golkar, PDIP, Gerindra Nasdem, PAN) dan dapil V (Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur dengan urutan Demokrat, Gerindra, PAN, PDIP, Nasdem, Golkar), sedangkan Partai Golkar unggul satu dapil yakni dapil III (Muna, Muna Barat dan Buton Utara dengan urutan Golkar, PDIP, Demokrat, Nasdem, Gerindra, PAN).

Menurut Naslim, komposisi caleg dari setiap parpol tersebut sangat menentukan dari elektabilitas parpol misalnya PDIP terdapat Hugua yang merupakan mantan calon Wagub Sultra, kemudian Demokrat terdapat Rusda Mahmud yang merubana mantan calon gubenrur Sultra serta ada nama Umar Arsal yang merupakan calon petahana DPR, dan Partai Golkar terdapat Ridwan Bae yang merupakan petahana anggota DPR RI.

Dijelaskan, Penarikan Primary Sampling Unit (PSU) untuk menentukan Kabupaten/Kota termasuk Penentuan responden yaitu menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan Margin 0f Error kurang lebih 3,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Total responden pada survei kali ini mencapai 660 orang dengan pembagian gender 50 persen Laki-Laki dan 50 persen Perempuan.

Sampel berasal dari 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara yang terdistribusi secara proporsional secara khusus pada masyarakat yang berusia 17 Tahun Atau sudah menikah (semua populasi memiliki kesempatan yang sama menjadi responden).

Pengambilan data dilakukan melalui wawancara Tatap Muka (face to face interview) dengan responden dan Menggunakan  panduan Kuesioner yang berlangsung sejak tanggal 18–23 Februari 2019. Kontrol terhadap kualitas survei dilakukan dengan dua tahapan yaitu proses Pendampingan Lapangan (Withnessing) dan Pengecekan hasil pekerjaan (spotcheck). ***

Editor : Azhari Nasution