logo

Gubernur Anies Sudah 2 Kali Surati Ketua DPRD DKi Prasetyo Agar Setujui Jual Saham Di Pabrik Bir

Gubernur Anies Sudah 2 Kali Surati Ketua DPRD DKi Prasetyo  Agar Setujui Jual Saham Di Pabrik Bir

Gubernur DKI Anies Baswedan
10 Maret 2019 19:16 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan  sudah dua kali berkirim surat kepada Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi agar politisi Kebon Sirih menyetujui penjualan saham bir di PT Delta Djakarta Tbk.

Namun kalangan Dewan melalui Fraksi PDIP, Fraksi Nasdem dan Fraksi Hanura menolak rencana penjualan saham sebesar 26,26 persen itu.

Surat Anies tersebut beredar di kalangan awak media Balai Kota DKI Jakarta pada Minggu (10/3/2019). Surat permohonan kedua terkait penjualan saham bir tersebut dikirim Anies ke Prasetyo pada 31 Januari 2019.

Dalam surat tersebut, Anies menanyakan kelanjutan surat permintaan pembahasan penjualan saham PT Delta Djakarta Tbk.

Gubernur Anies mengingatkan agar DPRD memberikan persetujuan atas rencana penjualan saham Pemprov di PT Delta Djakarta Tbk.

Diketahui, ini merupakan surat kedua yang dikirimkan setelah surat pertama pada 16 Mei 2018 tidak direspon oleh DPRD DKI.

Sebelumnya, Gubernur Anies mengatakan, Pemprov DKI bakal menerima kurang lebih Rp 1,2 triliun ketika melepas saham PT Delta Jakarta. Uang tersebut, Anies melanjutkan, dapat dipakai untuk pembangunan infrastruktur di Jakarta seperti memasang pipa air bersih.

Tahun lalu, kepada anggota dewan Anies mengusulkan anggaran Rp 1,2 triliun untuk pemasangan pipa air bersih. Angkanya sama dengan pelepasan saham perusahaan bir itu.

"Silahkan ditanyakan saja para caleg itu, anda mau pilih Rp 1,2 triliun mau dipakai untuk memajukan dunia peralkoholan atau mau dipakai memajukan air bersih untuk rakyat?," Anies menegaskan.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) Rico Sinaga mengatakan, penjualan saham Pemprov DKI di pabrik Bir harus dipertimbangkan secara matang dan bijaksana.

Pasalnya, pabrik Bir memiliki potensi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup besar, setiap tahunnya menyetor deviden ratusan miliar rupiah.

"PT Delta tidak pernah minta penyertaan modal daerah (PMD) , dan potensi menghasilkan PAD, mengapa harus dijual?," kata LSM senior ini.

"Ada beberapa BUMD yang terus di subsidi dan penambahan modal dari APBD, sedangkan PT.DELTA belum pernah," kata Rico lagi.

Bicara soal moral, saat penutupan diskotik Alexis dan lain lain, hanya 4 yang ditutup dari rencana puluhan yang sejenisya yang terkait dengan moral.

Tidak banyak orang yang suka minum bir dan tidak banyak juga orang yang berkemampuan beli. "Produksi PT. DELTA lebih banyak pemasarannya di luar Jakarta dan ekspor," ucap Rico.

Editor : Yon Parjiyono