logo

Kota Tua Di Malam Hari Semarak, Pengunjung Sampai Kali Besar

Kota Tua Di Malam Hari Semarak, Pengunjung Sampai Kali Besar

09 Maret 2019 17:50 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kota Tua Jakarta terutama Taman Fatahilah dan kawasan wisata Kalibesar di waktu malam hari tetap semarak. Bahkan pada tiap Sabtu keramaian mulai pukul 16.00 sampai  malam hari pukul 22.00.  Begitu pula Jumat (8/3/2019) malam, pengunjungnya begitu menikmati keindahan gedung Museum Sejarah Jakarta yang disoroti cahaya warna merah muda. 

"Suasana indah  itu diciptakan oleh EO Swasta. Sekarang memang mudah bagi  pengunjung berjalan kaki dari Taman Fatahillah menuju kawasan wisata Kalibesar, soalnya dapat lewat gedung Kerta Niaga," kata Kepala Unit Pengelola  Kawasan Kota Tua, Norviadi Setio Husodo di kantornya Jumat (8/3/2019) malam.

Menurut Norviadi saat  ini kawasan wisata Kalibesar secara resmi belum diserahterimakan dari pengembang Sampoerna Land kepada UPK Kota Tua  Disparbud  DKI. Namun pengunjung Taman Fatahillah Kota Tua dapat  menikmatinya lewat akses yang ada. 

Kepala UP Museum Kesejarahan DKI Jakarta Sri Kusumawati Sabtu (9/3/2019) menjelaskan, atraksi lampu sorot warna pink di museumnya itu hasil kerja perusahaan boneka Barbie dalam memperingati HUT nya ke 60. 

"Cahaya pink berikut logo itu khas Barbie yang telah mewarnai ikon Jakarta. Dan  Barbie telah menginspirasi para gadis sejak tahun 1959," kata Kusumawati.

Sayangnya  hiasan cahaya itu hanya berlangsung dua malam sejak kemarin sampai malam Minggu ini saja.

Malam itu tampak beberapa  petugas Museum Magic Art 3D membagikan brosur museumnya yang disambut pengunjung Kota Tua. Para anggota komunitas seni karakter antara lain Faisal berkostum WR Supratman dan Yusuf Subagyo berkostum Gatotkaca sibuk melayani pengunjung yang hendak berfoto bersamanya. 

           Pembinaan Komunitas

Lebih lanjut Norviadi Setio Husodo mengungkapkan pihak UPK Kota Tua tetap membina para anggota komunitas di wilayahnya. Untuk itu Pembinaan tersebut akan diselenggarakan di Hotel Jayakarta yang akan dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Eddy Junaedi pada 18 Maret 2019.

Seperti tahun lalu UPK Kota Tua mulai  April, Mei , sampai Juni  nanti secara rutin tiap Sabtu dan Minggu menggelar  panggung musik dan tari  akhir pekan Weekend at Kota Toea. 

"Pemainnya komunitas Kota Tua sendiri. Kami sediakan dana Rp 4 Juta  sampai Rp 5 juta sekali manggung. Tapi sebagian harus ditabung untuk pembeli peralatan," kata Norviadi.

Selama ini UPK Kota Tua membina beberapa komunitas, seperti Sepeda Onthel, Manusia Patung, Komunitas Seni meliputi seni musik, lukis , body painting  dan lainnya.

Mereka ada sekitar 100 orang. Para anggota komunitas Kota Tua, seperti Yusuf Gatotkaca, Faisal WR Supratman, Dendy Anoman Millenial dan Cak Ndut tukang body painting mengaku sudah dapat undangan dari UPK  Kota Tua dan siap mengikuti pembinaan. 

Mengenai pengunjung Kota Tua waktu hari libur Nyepi 7 Maret yang lalu, Norvi mengakui mencapai 3 kali lipat hari biasa. Begitu pula pengunjung museum di Kota Tua. Museum Sejarah Jakarta 5.084 orang. "Itu termasuk.145 orang wisatawan mancanegara," tutur H Namin, Kasubbag TU Museum Kesejarahan Jakarta.

Pengunjung useum Wayang 2.212 orang termasuk 44 orang wisman. Menurut Kasatpel Sumardi, terbanyak turis dari Negeri Belanda, Prancis dan Jepang. "Tiga kali lipat hari biasa," ujar Sumardi.

Sedangkan Museum Seni Rupa dan Keramik pengunjungnya 1.611 orang termasuk 21 wisman. 

"Tapi tahun baru 2019 Museum Seni Rupa dan Keramik  lebih banyak pengunjungnya. Hasil penjualan tiketnya mencapai Rp 25 juta. Sedang Museum Wayang  Rp 19 juta," kata Hari Prabowo, Kasatpel Museum Seni Rupa dan Keramik. Dengan hasil tersebut berarti jumlah pengunjungnya sekitar 7.000 orang. 

Begitu pula Museum Magic Art 3D pengunjungnya mencapai 2.500 pada hari nyepi yang lalu. Hari biasa hanya 1.000 an pengunjung. Ini diakui Tomi Saputra staf marketing museum baru tersebut.  ***