logo

Ketua Amarta: Pelepasan Saham Pemprov DKI Di Perusahaan Bir Harus Disikapi Bijaksana

Ketua Amarta:  Pelepasan Saham Pemprov DKI Di Perusahaan Bir  Harus Disikapi Bijaksana

Rico Sinaga
09 Maret 2019 10:40 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tuntutan pelepasan saham milik Pemprov DKI Jakarta sebesar 26,25 persen di PT Delta Djakarta (Perusahaan minuman bir) secara masif oleh sejumlah anggota DPRD DKI dan organisasi massa (ormas) harus disikapi dengan bijaksana.

Sebab, bila dipertimbangkan secara moral, pelepasan saham itu belum mendesak. Mengapa? Warga Jakarta yang muslim sedikit sekali yang mengkonsumsi bir. Kemudian perusahaan ini (PT Delta Djakarta Tbk) dalam kategori sehat. Setiap tahun menghasilkan miliaran rupiah untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Kas Daerah Provinsi DKI.

"Ada apa ini Dewan dan Ormas begitu gencar mendemo lembaganya (DPRD) sendiri? Kalau bicara moral, lha sampai hari ini masih ada 70- an dunia hiburan yang diduga tempat maksiat dan penyalahgunaan narkoba kok DPRD dan Ormas diam," ujar Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) Rico Sinaga kepada Suarakarya.id, Sabtu (9/3/2019).

Rico menegaskan, semua pihak yang mendemo DPRD ( Fraksi PDIP, Nasdem dan Hanura) harus realistis dan bijaksana.

"Jika ada pihak yang menyarankan kepada Gubernur Anies Baswedan untuk menjual saham di perusahaan bir, dan uangnya dipergunakan untuk keperluan lain, saya kira kurang tepat juga. Karena APBD DKI 2018 mengalami Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Rp9,7 triliun, tidak tepat menjual atau melepas saham perusahaan yang masih potensial," kata LSM senior ini.

Ia mencotohkan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2003 menjual saham PT Indosat karena keadaan keuangan negara pasca krismon memang mengalami devisit.

"Tetapi potensi PAD Pemprov DKI saat ini sehat tidak dalam kondisi devisit kok," ucap Rico.

Sikap realistis Rico ini bertentangan dengan pendapat kebanyakan anggota DPRD dan puluhan pimpinan Ormas yang Jumat ( 8/3/2019) menggelar demo di depan pintu masuk DPRD DKi.

Editor : Yon Parjiyono