logo

Relawan Kritisi Belasan Pejabat Dinkes DKI Plesiran Ke Vietnam Saat Kasus DBD Masih Tinggi

Relawan Kritisi Belasan Pejabat Dinkes DKI  Plesiran Ke Vietnam Saat Kasus DBD Masih Tinggi

Belasan pejabat Dinkes DKI antre d ipjntu keluar Bandara Soekarno Hatta, Jumat (8/3/2019).
08 Maret 2019 09:25 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKRTA: Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang masih tunggi, dan menghantui warga Ibu Kota, ternyata kurang dipedulikan sejumlah pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.

.Buktinya, hari Jumat (8/3/2019) ini mereka beramai-ramai berangkat plesiran  ke Vietnam melalui Bandara Soekarno-Hatta. Keberangkatan rombongan pejabat Dinkes ini dinilai menciderai  perasaan masyarakat DKI yang sedang sakit.

Kritikan itu disampaikan Sekretaris Nasional Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia), Ervan Purwanto. Ia menilai, minimnya empati dari para pejabat Dinkes merupakan bentuk kegagalan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam melakukan rotasi, demosi dan mutasi pejabat di lingkungan Dinkes.

Apalagi kuat dugaan, sejak proses lelang jabatan 2018 terkesan sarat rekayasa, di mana ada pejabat yang bergelar insinyur masuk ke dalam salah satu dari tiga kandidat kepala dinas.

Belum lagi banyaknya pejabat Dinkes yang pada masa Pilkada DKI 2017 kemarin adalah Ahokers dan sama sekali tidak mendukung Anies-Sandi.

Selain juga rekam jejak kinerja pejabat yang menduduki posisi saat ini memiliki catatan kasus dugaan korupsi dan dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan.

Ervan menambahkan, belasan pejabat Dinkes yang plesiran ke Vietnam diketahui melakukan cuti secara bersamaan. Para pejabat yang plesiran diantaranya Wakil Kepala Dinkes, Kepala Puskesmas dan Dirut RSUD.

"Hal ini jelas semakin menambah daftar panjang buruknya kinerja Dinkes. Apalagi saat ini DKI masih berstatus waspada demam berdarah. Seharusnya pejabat kesehatan tersebut memiliki kepekaan terhadap problem yang sedang dihadapi Pemprov DKI saat ini," kata Ervan melalui keterangan tertulisnya, beberapa saat lalu.

Ervan berpendapat adalah sebuah ironi ketika Gubernur Anies Baswedan tengah mencanangkan karakter pimpinan SKPD/UKPD, yang diharapkan salah satunya adalah memberi pangaruh positif pada warga dan lingkungan kerja.

"Terus ini gimana Pak Anies? Pejabat Kesehatan Dinkes libur bersamaan lebih dari 10 orang dan bersama-sama plesiran ke luar negeri. Mana bisa membawa pengaruh positif pada warga dan lingkungan kerja," tutur Ervan mempertanyakan.

Selain itu, Ervan juga mempersoalkan sikap Sekretaris Daerah DKI, Saefullah yang memberikan cuti secara bersamaan kepada 10 orang lebih yang posisinya adalah pejabat strategis Dinkes.

"Sekda ada apa ini? Sepertinya selalu memberi kemudahan kepada pejabat kesehatan di lingkungan Dinkes," ucap Ervan.

Editor : Yon Parjiyono