logo

Tahun 2019, Perum Jamkrindo Targetkan Volume Penjaminan Rp182,36 triliun

Tahun 2019, Perum Jamkrindo Targetkan Volume Penjaminan Rp182,36 triliun

Jajaran Direksi Perum Jamkrindo. (foto, ist)
06 Maret 2019 09:00 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tahun 2019, Perum Jamkrindo akan fokus meningkatkan pertumbuhnan, dalam ranfka mengoptimalkan kapasitas secara efektif. Perum Jamkrindo menargetkan volume penjaminan sebesar 182,36 triliun atau naik 16,5 persen dari RKAP tahun 2018 sebesar 156,6 triliun.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama (Dirut) Perum Jamkrindo Randi Anto, pada acara Konperensi Pers, di kantor Pusat Perum Jamkeindo, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

“Kami optimistis bisa mencapai target volume penjaminan tersebut,” ujarnya. Seperti diketahui, Perum Jamkrindo berhasil mencatatkan kinerja positif di tahun 2018.

Berdasarkan laporan keuangan audited tahun 2018, volume penjaminan Perum Jamkrindo tercatat sebesar Rp 174,74 triliun dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 508,3 miliar. Angka ini melampaui RKAP tahun 2018 dengan volume penjaminan sebesar Rp 156,6 triliun dan laba sebelum pajak sebesar Rp 343 miliar.

Dijelaskan Dirut Jamkrindo, tahun 2018 lalu, perhitungan laporan keuangan Perum Jamkrindo telah menyesuaikan dengan regulasi terbaru, sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomer S-129/D.05/2017 tanggal 29 Agustus 2017, perihal pencatatan imbal jasa penjaminan. Berdasarkan regulasi itu, pencatatan imbal jasa penjaminan untuk KUR menjadi akrual bulanan

Sementara itu, guna mencapai target di tahun 2019 mendatang, kata dia, berbagai strategi disiapkan mulai dari penguatan kompetensi sumberdaya manusia, otomasi proses bisnis dengan meningkatkan kekuatan sistem manajemen operasional yang optimal, melakukan pengembangan produk yang memiliki nilai tambah, memperkuat penetrasi pasar dengan berbagai inovasi, serta inisiatif sinergi dengan berbagai mitra bisnis perusahaan..

Pada tahun ini, misalnya Perum Jamkrindo akan mengimplementasikan inovasi terbaru dalam bidang penjaminan dengan mengimplemtasikan marketplace guarantee atau MPG. "Yang dapat menciptakan captive market penjaminan melalui peran perusahaan sebagai supplier database UMKM potensial, yang layak kredit dan layak jamin kepada mitra Penerima Jaminan," tutur dia.

Diceritakannya, kalau dulu model bisnisnya selalu follow the bank, tapi sekarang sudah berubah signifikan. "Kami bisa sejajar, ” ucapnya.

Dengan berlakunya PP Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Peran Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia pada pertengahan tahun lalu, Dirut Jamkrindo mengatakan, dampak positifnya akan semakin terasa di tahun 2019 ini. Sebab dengan berlakunya PP terbaru tersebut, Jamkrindo bisa melakukan penjaminan di luar UMKM dan koperasi, yakni melalui sinergi BUMN.

“Pada tahun 2018, kami telah melakukan penjaminan untuk Nindya Karya, Istaka Karya, PFN, Primissima dan Indusri Sandang Nusantara. Harapannya tahun 2019 bisa lebih agresif lagi, namun tetap fokus utama kami untuk melayani UMKM dan Koperasi,”jelasnya.

Editor : Markon Piliang