logo

Orang Tua Siswa Tak Mampu Tahan Tangis Ijazah Putranya Bisa Diambil Tanpa Biaya

Orang Tua Siswa Tak Mampu  Tahan Tangis Ijazah Putranya Bisa Diambil Tanpa Biaya

Salah satu ibu dari siswa yang tidak mampu membayar tnggakan utang kepada pihak sekolah, kini ijazah putranya bisa diambil tanpa harus mengeluarkan biaya.
28 Februari 2019 12:55 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Para orang tua dari 40 siswa terharu ijazah anak-anaknya dapat diambil tanpa mengeluarkan biaya. Salah satunya adalah ibu kandung Arsuhaeddin Saddali Ramadhan.

Ibu itu tampak terharu, matanya terlihat berkaca, setelah menerima ijazah anaknya yang lulus sejak tahun 2017 namun ditahan pihak sekolah. Ia tak pernah membayangkan ijazah anaknya yang harusnya ditebus Rp4,6 kini dapat diperoleh dengan gratis alias tak membayar satu rupiah pun.

Ia lega, karena sekarang anaknya sudah bisa melamar pekerjaan dengan menunjukkan ijazah asli. Lebih dari itu, ia juga bangga karena mampu melunasi kewajiban orang tua kepada anak tercinta.

“Ya, kami sangat bersyukur. Beban saya dan bapaknya untuk menebus ijazah anak yang lulus sejak 2017, sebesar Rp 4,6 juta, nggak nyangka bisa diperoleh gratis seperti ini. Saya sampai nggak mampu menagan tangis,” tutur ibu Amirudin.

Suasana hati seorang ibu juga dirasakan juga oleh orang tua Muhammad Asmi.

 “Anak saya lulus dari tahun 2016, dan kami harus bayar tunggakan uang sekolah Rp3.250.000 supaya bisa ambil ijazah. Tapi sekarang, berkat bantuan Pak Ramli (H Ramli Muhammad, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta) dan Baziz DKI, ijazah anak saya bisa diperoleh dengan gratis. Terima kasih untuk semuanya, Semoga Allah SWT yang membalas kebaikannya,” kata ibu kandung dari Muhammad Asmi.

Penyerahan ijazah kepada 40 siswa dari keluarga tak mampu tersebut dilaksanakan di gedung SDN 22 Tugu Utara, Rabu (27/2/2019. Agenda ini digagas Ramli Muhammad bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Infaq dan Sedekah (Baziz) DKI Jakarta.

Awalnya, saat turun reses dalam kapasits sebagai Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI, Ramli Muhammad menerima keluhan banyak orang tua tak mampu agar pemerintah dapat membantu menebus ijasah anak-anak mereka yang tertahan di sekolah karena belum membayar tunggakan.

Ramli Muhammad, melalui timnya bernama Ramli Center (RC) yang digawangi Dewa Ismail kemudian mendata nama-nama siswa dari keluarga tak mampu yang ijazahnya belum dapat ditebus.

Sedikitnya ada 40 siswa yang berkasnya lengkap. Data tersebut diserahkan RC kepada Bazis DKI Jakarta, yang kemudian memberikan bantuan Rp 79 juta untuk penebusan 40 ijazah siswa dari keluarga pra sejahtera itu.

Penyerahan ijazah yang berlangsung Rabu siang itu dihadiri juga oleh Kepala Seksi Dikmen dari Sudin Pendidikan Jakarta Utara, Dudung Durakhim “Dinas Pendidikan hadir untuk memfasilitasi penyerahan ijazah ini. Tentu kita semua pantas bersyukur, dan berterima kasih kepada Baziz DKI yang bekerja sama dengan Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Hi Ramli Muhammad, sehingga tunggakan sekolah dapat dibayarkan dan ijazah anak-anak dapat diambil,” kata Dudung.

Sedangkan perwakilan Ramli Center, Waridin dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bazis DKI yang telah menyediakan anggaran untuk pembayaran tunggakan ke-40 anak didik tadi, serta kepada Sudin Pendidikan Jakarta Utara yang banyak membantu terlaksananya program sosial tersebut.

“Pak Ramli Muhammad saat ini sedang ada tugas di luar darah. Beliau menitip pesan mohon ijazah dapat diterima, semoga bermanfaat untuk masa depan anak-anak kita. Kami dari Ramli Center punya filosofi bahwa Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” kata Waridin, yang juga dikenal sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Jakarta Utara.

Ramli adalah legislator DPRD DKI Jakarta dari Partai Golkar. Kini ia kembali untuk maju sebagai caleg DPRD dari Dapil DKI Jakarta 2 yang meliputi Kecamatan Cilincing, Koja dan Kelapa Gading.

Editor : Yon Parjiyono