logo

Konfederasi SPSI Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

Konfederasi SPSI Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

Ketua DPD KSPSI DKI Jakarta Syamsul Bahri menyerahkan naskah deklarasi kepada Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Moh Taufik (tengah) disaksikan Wakil Ketua Umum DPP KSPSI Prof. DR Mathias Tambing (ketiga dari kiri). (foto ist)
25 Februari 2019 20:45 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) berdeklarasi menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon presiden (capres) - calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Dukungan tersebut diimplementasikan dengan membentuk Posko (Pos Komando) Nasional untuk pemenangan Prabowo-Sandi. Pembentukan Posko Nasional KSPSI ini segera dilanjutkan dengan pembentukan Posko-Posko di 34 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) dan 560 DPC (Dewan Pimpinan Cabang) KSPSI di seluruh Indonesia.

Peresmian Posko Nasional KSPSI dilakukan oleh Moh Taufik, Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, di Gedung Juang 45 Jakarta, Sabtu (23/2/2019). Hadir pada peresmian itu para pimpinan SPSI di pusat maupun daerah.

Deklarasi dibacakan oleh Ketua DPD KSPSI DKI Jakarta Syamsul Bahri selaku ketua panitia, yang diikuti semua pimpinan SPSI yang hadir.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum DPP KSPSI Prof DR Mathias Tambing mengatakan, deklarasi pembentukan Posko untuk pemenangan Prabowo-Sandi ini tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan telah melalui proses yang panjang. KSPSI menilai visi misi yang diusung Prabowo-Sandi, terutama terkait ekonomi kerakyatan, sangat sesuai dengan aspirasi dan perjuangan buruh.

Misalnya tentang perluasan lapangan kerja, penghapusan outsourcing, serta penggunaan tenaga kerja asing. Sebagai organisasi buruh yang tertua, kata Mathias Tambing, SPSI memiliki jutaan anggota yang riil di seluruh Indonesia dan siap mendukung pemenangan Prabowo-Sandi.

Karena itu, dia akan menginstruksikan semua DPD dan 560 DPC SPSI di seluruh Indonesia, untuk segera membuka Posko-Posko Pemenangan Prabowo-Sandi. Posko di DPC-DPC akan dimaksimalkan karena merupakan grass root , terutama bagi anggota yang bekerja di industri atau pabrik-pabrik.

Di bagian lain, Ketua Panitia Penyelenggara Deklarasi, Syamsul Bahri mengatakan, biaya deklarasi pembentukan Posko Nasional KSPSI ini bukan dari Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, melainkan murni dari pribadi Prof DR Mathias Tambing.

“Jadi tidak bisa dikatakan money politic, karena Prof. Mathias bukan caleg atau pengurus partai, tetapi pimpinan organisasi buruh,” jelasnya.

Terkait besarnya anggota SPSI yang konkrit di seluruh Indonesia, mantan Wakil Ketua DPRD DKI Moh.Taufik menilai, pembentukan Posko Pemenangan Prabowo Sandi sangat tepat dan tidak perlu membentuk relawan.

Dia menyebutkan, optimistis jika seluruh Posko KSPSI bergerak, Prabowo-Sandi dipastikan akan memang dalam Pilpres 17 April 2019 mendatang. Untuk itu, ujarnya, anggota SPSI diharapkan bersedia menjadi saksi di TPS-TPS, guna menghindari kemungkinan terjadi kecurangan yang dilakukan oleh oknum penguasa dalam Pemilu mendatang.

Menurut dia, dukungan buruh terhadap ekonomi kerakyatan berarti menitipkan hak-hak perjuangan kaum buruh yang akan dilaksanakan oleh Prabowo-Sandi nanti. Sehingga, perlindungan dan kesejahteraan buruh akan meningkat di masa mendatang.

“Kemenangan Prabowo-Sandi bukan kemenangan partai atau koalisi pendukungnya, tetapi kemenangan bangsa Indonesia, termasuk kaum buruh,” tutur dia.

Editor : Yon Parjiyono