logo

Hasto: Jadi Rumah Kedua, Jabar Makin Solid Dukung Jokowi

Hasto: Jadi Rumah Kedua, Jabar Makin Solid Dukung Jokowi

Hasto Kristiyanto. (Ist)
16 Februari 2019 12:13 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI P, Hasto Kristiyanto, menilai koalisi paslon Prabowo-Sandi melakukan kesalahan fatal jika masuk ke kandang banteng untuk menarik simpati warga di Jawa Tengah.

"Jateng tetap solid mendukung Jokowi. Prabowo-Sandi lupa bahwa syarat menyerang basis pertahanan lawan itu memerlukan soliditas di internal," ungkap Hasto melalui keterangan resminya, Sabtu (17/2/2019).

Menurut Hasto, upaya Prabowo-Sandi masuk ke Jawa Tengah adalah sebuah usaha sia-sia dan akan menumui kegagalan. "Upaya provokasi dengan membuat kantor pemenangan di samping kantor pemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin adalah langkah blunder karena telah melukai perasaan masyarakat Jawa Tengah yang lebih mengedepankan nilai-nilai hidup rukun serta gotong royong," kata Hasto.

Bahkan, Hasto juga mengklaim, berkat kerja keras seluruh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin serta semua relawan-relawan, saat ini Jawa Barat menjadi "rumah kedua" setelah Jawa Tengah.

"Akibat koalisi Prabowo tidak solid, maka kolaborasi Parpol Koalisi Indonesia Kerja dan relawan berhasil mengubah peta Jabar. Jabar saat ini menjadi Rumah Jokowi-KH Marif Amin," tegas Hasto.

Pernyataan Hasto terkait pergeseran peta politik di Jawa Barat, diperkuat dari hasil survei IndoPolling serta dari beberapa lembaga survei kredibel lainnya.

Hasto mengungkapkan elektabilitas paslon Jokowi-Ma'ruf Amin saat ini telah menyentuh angka 41,7 %, sedangkan Prabowo-Sandi turun menjadi 37,9%.

Hasil survei internal koalisi pendukung Jokowi bahkan menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Barat telah mencapai angka 52,4%.

"Dukungan para tokoh Jawa Barat, seperti Agum Gumelar, Ridwan Kamil, TB Hasanuddin, Deddy Mizwar, Deddy Mulyadi, dan tokoh-tokoh sentral seperti Solichin GP, telah mengubah drastis peta politik Jabar. Terlebih KH Ma'ruf Amin juga berkontribusi besar terhadap menguatnya dukungan umat Muslim. Posisi Pak Jokowi sebagai incumbent yang berprestasi juga menjadi faktor berubahnya peta politik tersebut," ujar Hasto.

Berdasarkan dua fakta di Jawa Barat dan Jawa Tengah tadi, Hasto menjelaskan bahwa yang terjadi adalah sebuah kerugian ganda bagi koalisi Prabowo-Sandi.

"Jawa Tengah tidak membuahkan hasil sedangkan Jawa Barat kebobolan. Atas perubahan peta politik di Jawa Barat, maka seluruh Parpol KIK, relawan dan tokoh, kini mendapatkan amunisi baru untuk memenangkan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di atas 63%," tutup Hasto. ***