logo

Dugaan Pelanggaran Kampanye, Ganjar Siap Diperiksa Bawaslu

Dugaan Pelanggaran Kampanye, Ganjar Siap Diperiksa Bawaslu

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
14 Februari 2019 21:57 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan siap diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan pelanggaran kampanye. Dugaan pelanggaran kampanye tersebut pada acara deklarasi dukungan terhadap capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin, Sabtu (27/2/2019) lalu di Kota Solo.

Deklarasi tersebut diikuti sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah yang merupakan kader PDIP dan partai pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Undangan sudah saya terima hari Senin, tapi saya inginnya maju saja. Biar cepat selesai," ujar Ganjar kepada wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).

Sejumlah kepala daerah yang ikut deklarasi tersebut saat ini sudah dipanggil Bawaslu untuk dimintai klarifikasi. Terkait hal tersebut, Ganjar tidak mempermasalahkannya.

"Gak papa wong cuma klarifikasi. Bawaslu juga sudah telepon saya, bilang mau klarifikasi," katanya.

Dirinya justru mempertanyakan tuduhan melakukan kampanye. Karena pihaknya tidak kampanye dan dalam posisi hari libur.

"Kalau libur tidak perlu izin. Apa to sebenarnya yang dituduhkan itu? Penggunaan fasilitas negara? Mboten wonten (tidak ada), saya gunakan mobil pribadi dan bayar dewe (sendiri)," katanya lagi.

Gubernur Jawa Tenggah tersebut menegaskan undangan deklarasi kepada kepala daerah dari partai pendukung Jokowi-Ma'ruf juga atas nama Ganjar sebagai kader PDIP dan bukan sebagai gubernur. Undangan juga ditujukan kepada kader partai bukan sebagai kepala daerah.

"Saya memang deklarasi, saya memang mendukung Jokowi, salahe nendi? (Salahnya dimana?) Opo ora etuk? (Apa tidak boleh?) Boleh saja," ujarnya lagi.

Yang tidak diperbolehkan adalah menggunakan fasilitas negara, serta tidak cuti saat kampanye.

"Saya mengundang lewat WA (WhatsApp) untuk datang ke Hotel Alila. Begini isinya, Yth pak Rudy (FX Hadi Rudyatmo, Wali Kota Solo), bukan pak wali kota. Mengharap secara pribadi untuk hadir, tidak diwakilkan, hari ini di Hotel Alila. Acara konsolidasi sekaligus press conference penyelenggaraan Pilpres 2019. Demikian untuk menjadikan perhatian," kata Ganjar saat membacakan undangan yang ia kirimkan ke Wali Kota Solo.

Dalam acara tersebut dirinya tidak mengundang bupati Sragen, Salatiga, Tegal, Kendal, dan Purworejo karena diusung oleh partai pendukung Prabowo. Dirinya yakin tidak melakukan pelanggaran apapun dalam kegiatan tersebut.

"Suruh nunjukkan saja, saya melanggarnya dimana," pungkasnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto