logo

Kementan-JICA Latih Teknologi IB Ikan Kepada Petugas Palestina

Kementan-JICA Latih Teknologi IB Ikan Kepada Petugas Palestina

Sepuluh petugas dari Palestina mendapatkan pelatihan Inseminasi Buatan (IB) ikan dari pemerintah Indonesia dan Jepang dengan judul Sustainable Fish Farming Through the Adoption of Artificial Inseminasi Technology.
14 Februari 2019 13:12 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sebanyak 10 petugas pertanian dari Palestina mendapatkan pelatihan Inseminasi Buatan (IB) Ikan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang.

Pelatihan "Sustainable Fish Farming Through the Adoption of Artificial Inseminasi Technology" tersebut terselenggara atas kerja sama Indonesia dan Jepang dengan pendanaan melalui Japan International Cooperation Center (JICA). 

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, Fadjar Sumping Tjatur Rassa mengatakan, pelatihan teknologi IB pada ikan bagi petugas Palestina ini yang pertama. Sebelumnya telah dilakukan pelatihan IB pada ternak sapi pada tahun 2014 dan 2017 di BBIB Singosari yang juga atas kerja sama Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Pemerintah Jepang mengakui kemajuan teknologi IB Indonesia sebagaimana disampaikan Shinichi Yamanaka, Chief Representative dari JICA Indonesia yang hadir pada acara pembukaan pelatihan.  

Yamanaka menilai BBIB Singosari sebagai salah satu balai inseminasi buatan ternak terbaik di Indonesia.

Dia mengungkapkan kegiatan pelatihan tersebut berdasarkan pada survei yang dilakukan JICA tahun 2017. Mahalnya harga ikan di Palestina dan sebagian besar berasal dari impor menyebabkan Kementerian Pertanian Palestina berupaya untuk melakukan subtitusi impor melalui industri perikanan domestik. 

Sementara, Susumu Takonai, Director for Political Section Kedutaan Jepang untuk Indonesia mengungkapkan, pelatihan ini merupakan implementasi the "Three Year Activity Plan" yang telah disepakati dalam konferensi tingkat Menteri ketiga pada the Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD), di Bangkok Thailand, Juni 2018. 

Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun menyampaikan apresiasi  atas terselenggaranya pelatihan teknologi IB pada ikan bagi para petugas Palestina. Ini merupakan kerja sama Triangular antara Palestina, JICA yang didukung oleh Pemerintah Jepang, dengan Kementerian Pertanian RI yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.  

Berdasarkan informasi dari Kemenlu, pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan yang disepakati dalam the Three Year Activity Plan, dimana Pemerintah Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Jepang melalui JICA untuk membuat kegiatan berdasarkan kebutuhan Palestina.  

"Pelatihan ini diselenggarakan di bawah payung Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular karena Palestina selalu menjadi prioritas Indonesia dalam program bantuan luar negeri," ungkap Fadjar.  

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Sugiono menyampaikan, Indonesia telah mulai melaksanakan kegiatan IB pada ternak sejak tahun 1976 dan teknologi IB di Indonesia saat ini terus berkembang dan mencapai kemajuan yang diakui oleh dunia, di antaranya dengan teknologi sexing. 

“Teknologi sexing dalam produksi semen beku ternak, memungkinkan konsumen untuk menentukan jenis kelamin anak sapi yang ingin dihasilkan dari kebuntingan ternak melalui teknologi tersebut," jelas Sugiono. 

Disebukan, penerapan teknologi IB memberikan banyak keuntungan, di antaranya, mengurangi risiko penularan penyakit reproduksi dan mencegah inbreeding. ***