logo

Lagi Maringan Sitompul SH MH Bebaskan Terdakwa Penipuan dan Penggelapan

Lagi Maringan Sitompul SH MH Bebaskan Terdakwa Penipuan dan Penggelapan

PN Jakarta Utara
13 Februari 2019 13:24 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)  Jakarta Utara pimpinan Maringan Sitompul SH MH susul menyusul membebaskan terdakwa kasus penipuan dan penggelapan. Setelah terdakwa Julius yang advokat, Selasa (12/2/2029), Maringan dengan anggota Titus Tandi SH MH  dan Rianto Adam Pontoh SH MH  menjatuhkan vonis bebas lagi terhadap terdakwa Haryanto Chandra.

Terkait terdakwa Julius, berkembang isu di PN Jakarta Utara menyebutkan ada “permainan” dalam kasus itu. Berawal sejak berkas dilimpahkan atau beralihnya kewenangan penahanan dari jaksa ke majelis hakim. Oknum hakim disebutkan menerima sejumlah uang agar terdakwa tidak ditahan sekaligus dibebaskan pada putusan akhir.

Namun ketika isu tidak mengenakkan ini disampaikan ke Maringan Sitompul, dia dengan tegas menyatakan tidak pernah beberusan dengan pihak terdakwa Julius. Terdakwa tidak ditahan karena melihat tindak pidana perkaranya agak tipis. “Saya tidak mau berurusan dengan orang itu, apalagi berkaitan dengan uang. Tidak ada itu, semua itu hanya isu belaka. Pokoknya majelis bersih terkait putusan bebas terhadap Julius,” ujar Maringan di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Kurang lebih sama vonis bebas terhadap Haryanto Chandra. Isu suap juga menyertai vonis tersebut. Namun menurut Maringan Sitompul, vonis bebas tersebut dijatuhkan setelah mempertimbangkan keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa sendiri di persidangan, “Majelis memutuskan dan menetapkan bahwa terdakwa Haryanto Chandra tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dan dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) melanggar Pasal 263 KUHP, memalsukan Tandatangan pencarian bilyet giro (BG), maka majelis membebaskan terdakwa Haryanto Chandra dari segala tuntutan hukum. Oleh karena itu, memulihkan harkat dan martabatnya dan kedudukan semula serta membebankan biaya ongkos perkara kepada negara,” kata Maringan Sitompul SH MH.

Terdakwa Haryanto Chandra sebelumnya dijerat dengan pasal berlapis yaitu pasal 263 KUHP  jo Pasal 372 KUHP  jo Pasal 378 KUHP oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erma SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara. Namun dalam surat tuntutannya JPU menyatakan Pasal 263 KUHP yang dapat dibuktikan sehingga mengajukan tuntutan 2 tahun pidana penjara.

Namun  penasehat hukum terdakwa, Sarmanto Tambunan SH dan Apple Hamonangan SH MH Cs dalam pledoinya (pembelaan) menyebutkan tuntutan jaksa itu membabibuta.
 

Haryanto Chandra mantan Direktur PT Komodo Beach Resort dilaporkan saksi pelapor Albert Wiyogo telah memalsukan tandatangannya selaku komisaris dalam bilyet giro (BG) senilai Rp 2,050 miliar. Akibatnya, saksi korban  Albert Wiyogo menderita kerugian Rp 2,050 miliar.

 

Editor : Laksito Adi Darmono