logo

Kunjungi Jepang, Pemkot Bekasi Belum Respon Jalan Rusak Dan Berlobang

Kunjungi Jepang, Pemkot Bekasi Belum Respon Jalan Rusak Dan Berlobang

Nampak perlahan pengendara berhati-hati melintasi jalan rusak paran dan berlobang, di Jalan KH Noer Ali, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (11/2/201). (Foto: Dharma/suarakarya.id).
11 Februari 2019 21:26 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - BEKASI: Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tak kunjung merespon jalan rusak dan berlobang di jalur Kalimalang arah Jakarta, tepatnya di depan mal Metropolitan, Jalan KH Noer Ali, Bekasi Barat.

Akibat jalan rusak terkategori parah itu, membuat sejumlah pengendara yang melintas sangat terganggu.

Salah satu pengendara motor, Inoz Afrilliansyah mengatakan, ruas jalan yang rusak menjadi penghambat perjalanannya.

"Jalannya sudah seperti kubangan," katanya kepada suarakarya.id, di lokasi jalan rusak, Senin (11/2/2019).

Inoz sangat khawatir jalan rusak tersebut akan menimbulkan kerugian di jalan, apalagi di musim penghujan tiba. Pegawai swasta ini meminta agar dinas terkait segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas umum.

"Sebelum menimbulkan korban jiwa di jalan," tutur dia.

Ditanya soal kunjungan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ke negeri Sakura, Jepang, Inoz mengaku prihatin tanpa pedulikan jalan rusak yang hampir berbulan-bulan itu.

Padahal, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di dalam Pasal 24 menyatakan bahwa penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan pantauan media, sejumlah ruas seperti di Jalan Chairil Anwar, Jalan KH Noer Ali, Jalan Joyomartono, Jalan Juanda, dan Jalan Jenderal Sudirman di Bekasi nampak berlubang dengan diameter sekitar 20 sentimeter.

Lubang terbesar terlihat di bagian tengah jalan yang tergenang air pasca-hujan.

Sementara itu, putra daerah, Inoz Apriliansyah menyayangkan kunjungan kerja Wali Kota Bekasi ke Jepang ditengah kondisi wilayahnya sedang mengalami defisit.

"Semestinya, Pepen-sapaan akrabnya, mengajak jajarannya atau para SKPD melakukan pembenahan anggaran daerah yang mana saat ini mengalami defisit," kata dia.

Inoz mempertanyakan apakah sejumlah pejabat yang ikut ke Jepang berkompeten? Lalu, seberapa manfaatnya dari kunjungan itu buat Bekasi.

"Jangan sebatas plesiran yang dampaknya makin merugikan keuangan Pemkot Bekasi," katanya.

Berdasarkan informasi dari Humas Pemkot Bekasi melalui press realeasenya mengatakan, melalui surat persetujuan dari Sekretaris Negara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dengan No. B-0184/Kemensesneg/Ses/LN.00.00/01/2019 terkait sesuai ijin dari Sekretaris Jendral Kemendagri telah menyetujui perjalanan dinas ke luar negeri, yang tertandatangani dari Sekretaris Jenderal Kemendagri, Setya Utama melalui tembusan Direktur Konsuler, Kemenlu, Dubes dan yang bersangkutan.

Kunjungan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam rangka melakukan survey verifikasi kepada sektor swasta mengenai teknologi Jepang dalam proyek sistem perbaikan dan Water Effvient di Tokyo, Jepang.

Adapun pendamping yang mengikuti kegiatan kunjungan kerja yakni Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Bagian Aset Setda Kota Bekasi dan beberapa Kepala Wilayah di Kota Bekasi. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto