logo

XL Axiata Bangun Gedung Sekolah Permanen di Lombok Utara

  XL Axiata Bangun Gedung Sekolah Permanen di Lombok Utara

11 Februari 2019 07:34 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id -
SURABAYA: PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali menyalurkan bantuan untuk pemulihan wilayah Lombok pasca gempa tahun lalu. Bantuan senilai lebih dari Rp580 juta itu disalurkan dalam bentuk gedung sekolah permanen di Lombok Utara.

Menurut Group Head XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim, Lombok dan Nusa Tenggara Barat merupakan wilayah spesial bagi XL Axiata. "Di  wilayah itu, layanan kami sangat dikenal dan menjadi operator pilihan utama warga setempat," ujarnya, Senin (11/2/2019).

Dana bantuan itu bersumber dari merupakan wakaf karyawan dan manajemen yang dihimpun melalui Majelis Taklim XL, program tanggung jawab sosial perusahaan, dan sumbangan dari pelanggan setia.  Pihaknya bertanggungjawab membantu proses penyaluran bantuan sejak dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan.

Bantuan dalam bentuk pembangunan gedung sekolah permanen sengaja dilakukan agar proses belajar mengajar di lokasi bencana semakin normal. Inisiatif ini juga didasarkan pada realita belum pulihnya fasilitas pendidikan akibat bencana gempa.

Lokasi ini dipilih karena fasilitas pendidikan di lokasi itu memiliki kerusakan yang paling parah di Kabupaten Lombok Utara. Bangunan sekolah yang dibangun itu terdiri dari dua unit, dengan ukuran 8 x 27 meter dan 8 x 9 meter.

Bangunan itu merupakan bagian dari bangunan sekolah yang sudah ada, seperti Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah Maraqitta'limat. "Proyek pembangunan ini kami targetkan segera selesai sekitar akhir Maret 2019," ujarnya.

XL Axiata, kata dia, juga berencana melengkapi bantuan itu dengan internet gratis, melalui program Gerakan Donasi Kuota. Dalam program itu, sekolah mendapatkan 20 GB per bulan selama satu tahun.

Untuk mewujudkan pembangunan ini, XL Axiata bekerja sama dengan Yayasan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Sebelumnya, XL Axiata juga telah menyalurkan bantuan kemasyarakatan berupa bahan makanan, obat-obatan, selimut, tenda, dan sarana telekomunikasi di lokasi pengungsian  dan sekolah darurat.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto