logo

Anggota DPR Bambang Wiyogo Protes Kepada Gubernur Anies Atas Penebangan Pohon di Megaria

Anggota DPR  Bambang Wiyogo Protes Kepada  Gubernur Anies Atas Penebangan  Pohon di Megaria

Salah satu pohon di kawasan Megaria, Menteng, Jakarta Pusat yang dipotong secara sembaranga oleg petugas Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat.
11 Februari 2019 06:56 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Anggota Fraksi Golkar DPR RI Daerah Pemilihan Jakarta 1, H Bambang Wiyogo menyampaikan nota protes kepada Pemetintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan atas penebangan pohon secara sembarangan, dan tidak mengindahkan estetika lingkungan.

Bambang Wiyogo mengatakan penebangan pohon yang dilakukan secara serampangan, dan tidak mengindahkan estetika lingkungan perkotaan khususnya di daerah sekitar kawasan Megaria Metropole, Cikini, Menteng Jakarta Pusat,.

Menurut Bambang pemotongan pohon dilakukan oleh petugas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat. Tetapi harusnya teknisnya dilakukan secara baik dan benar, serta memperhatikan estetika kota.

Ia berharap perhatian dari Gubernur DKI Anies Baswedan untuk memberikan peringatan keras terhadap Kepala Dinas Kehutanan DKI dan jajaran dibawahnya agar bisa mengerti dan mentaati tentang Undang-Undang Lingkungan Hidup.

"Saya sangat kecewa terhadap kegiatan pemotongan pohon yang asal-asalan ini. Padahal Pemorov DKI J telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) N0.8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum," kata Bambang Wiyogo, putra mantan Gubernur DKI Wiyogo Atmodarminto ini.

Sebagai warga Ibu Kota dan wakil rakyat DKI Jakarta , Bambang mempunyai hak atas masalah ini, dan ia bisa perkarakan secara hukum terhadap pihak Pemorov DKI terhadap penebangan pohon sembarangan, dan tidak mengindahkan estetika lingkungan.

Sementara itu, Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI, dapil Jakarta Pusat Akbar Lubis mendukung nota protes yang disampaikan Bambang Wiyogo.

" Saya juga banyak menerima keluhan dari masyarakat atas penebangan pohon di Megaria itu. Kawasan itu menjadi gersang, tidak ada pohon pelindung lagi di kawasan itu," kata Akbar Lubis.

Memurut Akbar, aparat Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat boleh melakukan penopingan pohon, namun tidak harus menghabiskan seperti itu.

Editor : Yon Parjiyono