logo

Rayakan Imlek, Anggota PITI Jangan Eksklusif

Rayakan Imlek, Anggota PITI Jangan Eksklusif

11 Februari 2019 05:35 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Persatuan Islam Tionghoa Indonesia  Dewan Pimpinan Wilayah (PITI DPW) DKI /Jakarta Raya mengadakan pengajian bulanan sekaligus menyambut Tahun Baru  Imlek 2570 di rumah Ketuanya, H Denny Sanusi  di Jl  Kebon Nanas Selatan, RW 08,  Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (10/2/2019). 

Pada kesempatan itu H Denny Sanusi mendapat anggota baru seorang mualaf bernama Enjelina (20) warga Kota Bekasi. 

Untuk itu Denny Sanusi berpesan agar para anggota PITI tidak berlaku eksklusif.  

"Kita terus berdakwah secara istiqomah dan semakin baik. Makanya harus kita jaga persatuan bangsa. Tak ada istilah pribumi dan nonpribumi. Kita open, terbuka, jangan eksklusif," kata H Denny Sanusi. 

Diakuinya, dahulu menjadi mualaf sering harus menanggung kerenggangan keluarga. Namun sekarang sudah semakin baik. 

"Kita harus belajar dan memberikan pengertian yang sesungguhnya bagaimana sih Islam itu," katanya. 

Untuk membimbing kaum mualaf seperti itu ada Yayasan Pembina Mualaf AMOI yang bersama PITI DKI menyelenggarakan pengajian agama Islam dan pelatihan pelatihan bagi anggotanya. 

Dalam kesempatan itu PITI DKI Jakarta dan Yayasan Pembina Mualaf AMOI Jakarta memberikan  angpau dan bingkisan kepada 40 orang anak yatim dan mualaf.

Enjelina datang menghadiri acara Imlek tersebut bersama ayahnya, Effendi (49).

Ia sebenarnya telah mempelajari agama Islam sejak tahun 2017. Namun kali ini Enjelina ingin secara resmi mengucapkan kalimat  syahadat dan menyandang nama Aisyiah Mariani Effendi. 

 Pembacaan syahadat dibimbing  Syekh Basheer Yahya Alauj,  seorang tamu kehormatan dari Arab Saudi dengan disaksikan Ketua PITI DKI Jakarta H  Denny Sanusi dan Ketua Yayasan AMOI Jakarta, Hj Ani Hariani. 

Di antara puluhan anggota PITI DKI , ikut juga menyaksikan acara tersebut Ketua PITI Jakarta Timur H Sammy Farid Massie , pengurus PITI Jakarta Barat H Asen Ahmad Sugiarto.

Kepala BAZIS Jakarta Timur Drs Dwi Busara juga hadir memberikan support acara tersebut.

Sementara Ustadz KH Fefen Efendi dalam tausiahnya mengajak warga muslim Tionghwa untuk terus meningkatkan ilmu agamanya untuk diamalkan. Ia menjelaskan bahwa menyambut Imlek bukanlah ritual agama melainkan tradisi budaya.

Tampak disediakan satu pohon angpau yang berwarna merah dan merah muda yang berisikan uang untuk dibagikan kepada anak anak dan saudara yang lebih muda. ***