logo

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Ada Etikanya

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Ada Etikanya

30 Januari 2019 13:47 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Belakangan ini, sebuah video yang memperlihatkan teknis pemasangan kondom pada alat peraga berbentuk kelamin pria oleh seorang perempuan, beredar luas di masyarakat. Hal tersebut menjadi heboh dan viral di media sosial.

Terkait hal itu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memandang perlu memberikan penjelasan, mengingat munculnya pro kontra di masyarakat. Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Dwi Listyawardani menegaskan, penyuluhan tentang kesehatan reproduksi ada etikanya, tidak boleh sembarangan.

Alat peraga penyuluhan juga tidak boleh disalahgunakan, penyebarluasan melalui video secara tidak terkendali bisa melanggar etika. "Misalnya tentang pembatasan audiens," ujarnya.

Yang terlihat di video yang tengah viral itu, dijelaskannya, alat peraga Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) KB dan Kesehatan Reproduksi yang disebut phantom model alat peraga reproduksi pria, dan penis peraga untuk pemasangan kondom yang diproduksi oleh BKKBN. "Digunakan untuk membantu dalam menjelaskan atau menyampaikan informasi program keluarga berencana (KB) terhadap Pasangan Usia Subur (PUS)," kata dia.

Memang alat peraga reproduksi pria dan wanita, dapat digunakan untuk membantu petugas yang terlatih, dan dilakukan di tempat yang disediakan dalam menjelaskan atau menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh khalayak sasaran. Di antaranya calon peserta KB, peserta KB, Penyuluh Lapangan KB/ Penyuluh KB (PLKB/PKB), Kader/PKK, pelaksana dan pengelola program KB.

Dwi Listyawardani menerangkan, penyuluhan reproduksi disampaikan dalam forum terbatas dengan materi sesuai substansi. Penyuluhan juga harus dilakukan petugas yang terlatih, dengan kemampuan yang dimiliki, petugas mengetahui tata cara yang baik dalam menyampaikan materi kesehatan reproduksi.

"Penyuluh juga bersikap sopan dan sangat menguasai inti sari seputar kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyebutkan bahwa BKKBN bertugas melaksanakan pengendalian penduduk dan menyelenggarakan keluarga berencana. Dalam melaksanakan tugasnya, salah satu fungsi BKKBN adalah melalui penyelenggaraan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, KIE bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam rangka mendukung penyelenggaraan Keluarga Berencana (KB). Sasaran pelaksanaan KIE meliputi: Individu, sekelompok orang dan masyarakat umum.

KIE yang dilakukan melalui penyampaian informasi dan/atau peragaan alat, obat, dan/atau cara kontrasepsi ditujukan untuk pasangan usia subur. KIE dilaksanakan di tempat dan dengan cara yang layak oleh: tenaga kesehatan, penyuluh Keluarga Berencana, petugas lapangan Keluarga Berencana, dan tenaga lain yang terlatih.

Dari penelusuran yang dilakukan Humas BKKBN, video tersebut merupakan kegiatan pelayanan KB gratis untuk IUD (Intrauterine Device) dan Implan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD-KB) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Paser. Penyuluhan cara penggunaan kondom pada video tersebut dilakukan oleh petugas yang terlatih (Bidan) dan juga Penyuluh KB. Video direkam dan diunggah ke media sosial tanpa sepengetahuan pihak dalam video tersebut.

Editor : B Sadono Priyo